15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

Sebanyak 15 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK) di Ambon akan melanjutkan beasiswa program pendidikan Strata satu (S1) sambil bekerja di Kyoto Jepang.

Hasil seleksi terpilih 12 siswa dari SMA dan tiga siwa SMK lulusan tahun ajaran 2014-2015. Para siswa yang melanjutkan pendidikan di Jepang akan dilepas Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy pada 5 Oktober 2015.

“Proses pengurusan visa para siswa ini telah dilakukan, dipastikan 2 Oktober seluruh proses selesai dan para siswa siap untuk berangkat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Benny Kainama di Ambon, Rabu (30/9).

Ia mengatakan, 15 siswa ini sebelum ke Jepang akan bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta. Hal ini dikarenakan para siswa yang diberangkatkan ini merupakan rombongan perdana.

Setelah tiba di Jepang, para siswa ini akan diurus oleh Yayasan Jepang Internasional Lewis Institut sebagai pihak ketiga yang akan menempatkan para siswa, untuk mengarahkan serta membimbing mereka selama tiga bulan pertama sehingga mereka tidak kesulitan beradaptasi selama di Jepang.

Siswa ini juga terlebih dahulu akan mendapatkan kursus bahasa Jepang selama dua bulan yang diberikan oleh tim yang berasal dari Pemerintah Kyoto-Jepang, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun masyarakat setempat.

“Prinsipnya tujuan kerja sama para siswa melakukan program belajar ke Jepang yakni bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon, khususnya para siswa SMA/SMK sehingga ke depan dapat bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Benny mengakui, beasiswa belajar di luar negeri diharapkan dapat membuka

peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat yang ada sehingga peluang bekerja juga akan terbuka lebar.

Tahun ini lanjutnya, hanya 15 siswa yang akan diberangkatkan ke Jepang tahun depan diharapkan lebih banyak siswa yang akan mengikuti program beasiswa.

“Kami berharap para siswa lainnya juga harus berlomba-lomba memanfaatkan

peluang ini, karena tidak semua orang beruntung dipilih untuk mengenyam pendidikan di Jepang,” ujarnya.

Ia menambahkan, program belajar sambil bekerja merupakan tindaklanjut penjajakan kerja sama Ambon-Kyoto yang digagas Ikatan pelajaran mahasiswa dan alumi Indonesia – Jepang, serta yayasan kemanusiaan Internastional Human Service (IHS) yang bergerak di bidang pendidikan.

Pemkot Ambon bersama Internasional Human Service (IHC) Hamamatsu setelah

melakukan sosialisasi program belajar dan bekerja di Jepang ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama dan seleksi bagi siswa Ambon.

 

Baca Juga :