ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA

ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA

Table of Contents

ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA

ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA
ALTERNATIF IMPLEMENTASINYA

Sebagian besar guru selalu berusaha melaksanakan tugasnya secara baik, dan kenyataan yang dijumpai di sekolah adalah guru melaksanakan tugasnya dalam pembelajaran sejalan dengan kesepakatan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini seringkali diartikan sebagai bukti pelaksanaan tugas yang baik dan dalam bahasa lain diartikan guru dapat menjadikan dirinya efisien. Melaksanakan tugas seperti di atas itu memang penting, tetapi tindakan yang dilakukan guru di atas tidak selamanya berdampak pada pembelajaran yang efektif di kalangan siswa. Tindakan yang dilakukan guru dikatakan tidak efektif manakala apa yang dilakukan guru tidak mengarah pada sesuatu hal yang benar. Kegiatan pembelajaran dikatakan efektif manakala dapat mencapai tujuan yang dicanangkan seperti dalam perencanaan secara baik. Dalam tugas ini guru seharusnya mampu menyusun tugas sedemikian rupa secara kreatif sehingga tujuan atau sasaran pembelajaran dicapai dalam waktu yang lebih cepat.

 

Praxis pembelajaran menuntut agar seseorang mampu melakukan aksi terhadap apa yang telah dipahaminya. Hambatan yang dialami dalam pembelajaran MIPA pada umumnya bertumpu tidak dipahami konsep MIPA secara utuh. Pembelajaran Matematika/sains pada intinya adalah upaya memahami konsep matematika/sains melalui proses internalisasi dalam diri siswa dan selanjutnya penguasaan konsep tersebut diterapkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kenyataan yang dijumpai selama ini guru dalam mengampu MIPA menunjukkan bahwa hambatan yang paling besar pada penyelesaian masalah adalah lemahnya siswa dalam berlogika dan upaya menggambarkan gejala secara benar.

 

 Pembelajaran efektif tentu berbeda dengan pembelajaran efisien, meskipun kedua-duanya merujuk pada upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran efisien pada umumnya mengacu pada pelaksanaan prosedur baku yang dapat meningkatkan kualitas. Prosedur baku yang dimaksudkan di sini adalah langkah-langkah kerja sistemik dengan tahapan yang urut dan teratur secara sistematis. Penerapan prosedur ini secara rasional dan empiris dapat meningkatkan kualitas siswa, namun proporsi siswa yang mencapai skor optimal tidak banyak berubah, demikian pula posisi skor siswa.. Dalam distribusi skornya tampak kecenderungan, bila semula skor berdistribusi normal, di akhir pembelajaran juga masih berdistribusi normal meskipun terjadi peningkatan rerata skor siswa

Baca Juga :