Ciri Kepribadian Pemimpin Yang Sehat

Ciri Kepribadian Pemimpin Yang Sehat

Ciri Kepribadian Pemimpin Yang Sehat

Ciri Kepribadian Pemimpin Yang Sehat

Kepemimpinan seorang pemimpin yang sehat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya ialah faktor kepribadian pemimpin Kristen. Bila kepribadian seorang pemimpin tidak sehat, maka akan mempengaruhi caranya menjalankan kepemimpinannya. Karena itu seorang pemimpin Kristen, disamping harus sudah lahir baru, ia haruslah memiliki kepribadian yang matang/dewasa, antara lain:

1. JUJUR.

Seorang pemimpin harus memiliki kejujuran baik terhadap orang lain maupun diri sendiri.  Jujur berarti tidak bercabang lidah, bertindak sportif, terbuka dan berani mengakui kesalahan serta tidak mencari “kambing hitam”.  Hal ini tidak akan menurunkan wibawa kita, malah membuat orang lain makin respek/menghargai kita.

2. MENJAGA KESUCIAN. 

Kesucian memberikan wibawa rohani dan urapan Allah kepada seorang pemimpin.  Namun kesucian bukan berarti kita tidak pernah gagal atau salah, tapi sikap dimana kita senantiasa rela diperbaiki dan cepat menyelesaikan kegagalan, dosa dan kesalahan. Makin tinggi kerohanian seseorang, makin mudah ia mengaku dosa dan membereskannya.  Orang yang mudah mengaku dosa, mudah menerima pengampunan.

3. MEMILIKI PENDIRIAN ROHANI YANG TEGUH.

Pemimpin harus memiliki landasan rohani yang kokoh, tidak berkompromi dalam mengambil keputusan karena mendengar pendapat orang atau membaca buku saja.  Pemimpin juga harus tegas, artinya konsekwen dengan apa yang sudah digariskan.  Tegas berarti berani mengoreksi anak buah yang salah, namun dengan kasih (Ams. 28:23).

4. DISIPLIN. 

Sifat ini sangat penting karena tanpa disiplin maka karunia-karunia yang lain, betapa pun besarnya, tidak akan berkembang dengan sepenuhnya. Seorang pemimpin dapat memimpin orang lain, karena ia telah mengalahkan dirinya sendiri. Seorang pemimpin adalah orang yang pertama-tama telah menyerahkan dengan sukarela dan belajar untuk mentaati disiplin yang berasal dari luar dirinya, tetapi yang kemudian menaklukkan dirinya sendiri pada disiplin yang lebih keras dari dalam.  Mereka yang memberontak terhadap penguasa dan meremehkan disiplin pribadi, jarang yang cakap menjadi pemimpin pada tingkat atas.  Orang yang berkaliber pemimpin akan bekerja sementara orang lain membuang-buang waktu, belajar pada waktu orang lain tidur, dan berdoa pada waktu orang lain bermain.