Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengklaim siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di 2019 ini.

Staff Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Disdik Kota Bandung, Saeful Kurniawan mengungkapkan, untuk seluruh SMP Negeri dan Swasta sudah siap 100 persen mulai dari infrastruktur, teknis dan sosialisasi. Namu untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih ada sedikit kendala yakni dalam penyediaan komputer.

”Kami juga sudah lakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah. Mulai hari

(kemarin.red) dilakukan penyebaran wilayah sosialisasi juknis UNBK dari mulai wilayah timur dan hari selanjutnya ke wilayah lain melihat situai kondisi,” ungkap Saeful, saat ditemui di Kantor Disdik Kota Bandung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (21/02).

Menurutnya, untuk UNBK tahun ini tercatat ada sekitar 291 sekolah yang terdiri dari 249 SMP dan 42 MTs dengan jumlah peserta sebanyak 34.000 siswa. Sementara di tahun lalu tercatat ada 245 sekolah, 205 SMP dan 40 MTs dengan jumlah peserta sebanyak 37.000 siswa.

”Kalau dari jumlah peserta memang ada penurunan. Tapi ini baru data sementara

yang tercatat. Untuk penutupan nanti diakhir Februari ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tahun lalu persentase UNBK mandiri sebanyak 66 persen dan 44 persen diisi oleh UNKP dan UNBK bersama. Sedangkan di tahun ini ada peningkatan menjadi 87 persen untuk UNBK mandiri dan 13 persen bersama. Jika persentase tidak digabung dengan MTs maka SMP Negeri dan Swasta sudah mencapai 100 persen yang siap melaksanakan UNBK.

”Untuk MTs masih ada kendala biaya untuk memenuhi sara prasarana infrastruktur.

Namun dalam teknis pelaksanaan, tahun ini ada perbedaan. MTs tidak lagi dalam pendataan Dapodik melainkan Emis dibawah Kemenag” sebutnya.

Jika melihat adanya kendala saat pelaksanaan UNBK tahun lalu, maka untuk tahun ini, pihaknya sudah mengantisipasinya dari sekarang.

”Tahun kemarin banyak memiliki gangguan lokal seperti sekolah terkena banjir dan mati lampu di sejumlah sekolah. Tapi sekarang beberapa sekolah sudah menggunakan genset dari sisi kelistrikan” tandasnya

 

Sumber :

http://asage.org/index.php/ASAGE/comment/view/8/0/36608