Kecamatan Gegesik Kukuhkan 80 Siswa jadi Duta Lingkungan

Kecamatan Gegesik Kukuhkan 80 Siswa jadi Duta Lingkungan

Kecamatan Gegesik Kukuhkan 80 Siswa jadi Duta Lingkungan

Keprihatinan terhadap permasalahan sampah di kabupaten Cirebon mendorong pemerintah Kecamatan Gegesik mengambil inisiatif untuk membentuk Duta Lingkungan Sekolah (DLS).

Sebanyak 80 siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA dari berbagai sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Gegesik diangkat sebagai DLS.

Para siswa yang terpilih menjadi duta lingkungan tersebut nantinya diperkenalkan bagaimana mengelola sampah, baik secara pribadi maupun sekolah agar nantinya tidak ada lagi siswa yang sembarangan membuang sampah di lingkungannya.

“Berkat gagasan dari Ketua Sadar Lingkungan, Kecamatan Gegesik, Moh Rifai ia

mengusulkan di bentuknya duta lingkungan sekolah, kami dari brokrat sangat mendukung sekali. Apalagi secara umum di Kabupaten Cirebon sudah darurat sampah dan itu sudah tidak ditawar lagi, sehingga dapat diupayakan penaggulangannya,” kata Udin Syafrudin Camat Gegesik, kepada Reaksi, Kamis (15/11).

Udin mengatakan program itu akan terus berlanjut sehingga proes awal ini membentuk Mindset barisan anak-anak yang tadinya membuang sampah, dengan adanya pembentukan Duta sampah tidak lagi akan terjadi. Malahan, sampah akan bisa tertata dengan baik, para duta ini bisa menyanpaikan kepada teman-temannya.

“Sehingga kepada tatakelola sampah, baik di lingkungan sekolah maupun yang di

Desa sehingga nantinya bukan hanya bagaimana membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana kita mengelola sampah agar menjadi nilai ekonomisnya seperti dengan membuat kerajinan dari sampah,” tuturnya.

Menurutnya, karena sampah-sampah itu bisa dikelola untuk menjadi pupuk kompos sehingga bermanfaat buat masyarakat. Dengan duta-duta ini bisa membuat Mindset masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan, serta bisa membuat sampah menjadi kerajinan atau bisa bermanfaat dengan nilai ekonomis yang tinggi.

Moh Rifai  mengatakan, sengaja dirinya melakukan penggagasan duta lingkungan

(DLS) sebagai keprihatinnan atas permasalah sampah di Kabupaten Cirebon.

“Sengaja kita bentuk DLS dari tingakat SD, SMP, SMA sebagai bentuk keprihatinan kita atas permasalahan sampah, sehingga dengan dibentuknya duta lingkungan ini bisa mengenal cara penanganan samapah dengan baik dan itu berawal dari anak usia dini seperti siswa di tingkat sekolah dasar,” katanya. (R3)

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/