Kepala Kurikulum: Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Kepala Kurikulum: Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Kepala Kurikulum Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Rencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuat modul pendidikan reproduksi sebagai bahan belajar di sekolah mendapat respon dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Awaluddin Tjalla mengatakan, rencana itu haruys dibahas serius dengan Kemendikbud. Sebab,buku, bahan, materi pembelajaran yang digunakan di satuan pendidikan perlu dilakukan penilaian oleh Pusat Perbukuan, sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016,”

“Memang perlu dibahas bersama,”kata Awaluddin. Ia pun mempersilakan BKKBN

untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana tersebut. Tapi, dia mengatakan, Kemendikbud juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk ikut dalam pengembangan modul kesehatan reproduksi untuk guru. Sejak 2014, modul tersebut sudah mulai dilatihkan sambil diperbaiki.

Pada 2016, lanjut Awaluddin, modul ini ditinjau lagi untuk melihat kesinambungan materi modul kesehatan reproduksi dengan eksisting kurikulum. Sehingga, guru dapat menggunakannya dengan mudah kalau melihat kesinambungan antara materi kesehatan reproduksi dengan mata pelajaran yang relevan.

Pada 2017 mulai dibuat pemetaan kompetensi dan materi kesehatan reproduksi

secara vertikal, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Berdasarkan pemetaan tersebut, ditemukan beberapa hal, antara lain, materi modul beberapa belum lengkap, sehingga pada 2017 direvisi berdasarkan kelengkapan kebutuhan kompetensi dan materi.

Menurut Awaluddin, materi-materi kesehatan reproduksi juga sudah diterapkan di mata pelajaran yang relevan. Mata pelajaran tersebut adalah IPA untuk SD dan SMP, pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan untuk SD, SMP, SMA, dan pelajaran biologi di SMA.

BKKBN berencana menyiapkan modul untuk pendidikan reproduksi. Modul

tersebut nantinya diberikan ke sekolah-sekolah agar bisa dijadikan bahan pendidikan reproduksi kepada peserta didik. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini sedang disiapkan materinya.

“Tentu, saya harus menyusun materi yang baik dulu. Dalam waktu dekat, kami juga harus komunikasikan dengan Kementerian Pendidikan,” kata Hasto.

 

Baca Juga :