Macam – Macam Penalaran Deduktif

Macam – Macam Penalaran Deduktif

Macam – Macam Penalaran Deduktif
  1. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

Û    Contoh penalaran deduktif : Semua manusia akan mati. Amin adalah manusia.

Û    Kesimpulan : Jadi, Amin akan mati

  1. Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Û    Contoh : Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari. Pada malam hari tidak ada matahari. Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

  1. Kesalahan Dalam Penalaran.

Kesalahan penalaran dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.

Kesalahan Penalaran ada dua macam:

Û    Kesalahan induktif, berupa :

  1. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
  2. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
  3. kesalahan analogi.

Û    Kesalahan deduktif dapat disebabkan :

  1. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
  2. kesalahan karena adanya term keempat;
  3. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi;
  4. kesalahan karena adanya 2 premis negatif.

Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar.

Pengertian dan contoh kesalahan penalaran :

Û    Gagasan,pikiran,kepercayaan,simpulan yang salah, keliru, atau cacat.

Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya. Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu.

Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.

Berikut ini kesalahan penalaran yang berhubungan dengan induktif, yaitu :

  1. Generelisasi terlalu luas.

Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang.

  1. Analogi yang salah

Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.

Sumber : https://earlraytomblin.com/