Metode Jigsaw

Metode Jigsaw

Metode Jigsaw

Langkah – langkahnya :

a. Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri 4 atau 5 siswa dengan karakteristik yang heterogen.

b. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.

c. Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut (kelompok pakar / expert group).

d. Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula ( home teams )untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar.

e. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “ home teams “ para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari.

Metode G ( Group Investigation )

Metode ini dirancang oleh Herbet Thelen dan diperbaiki oleh Sharn. Dalam metode ini siswa dilibatkan sejak perencanaan baik dalam menentukan topik maupun mempelajari melalui investigasi. Dalam metode ini siswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam komunikasi dan proses memiliki kelompok.

Langkah-langkahnya :

a. Seleksi topik

b. Merencanakan kerjasama

c. Implementasi

d. Analisis dan sintesis

e. Penyajian hasil akhir

f. Evaluasi selanjutnya

4. Metode struktural

Metode ini dikembangkan oleh Spencer Kagan, yang menekankan pada struktur – struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola – pola interaksi siswa.

Contoh teknik pembelajaran metode struktural yaitu :

a. Mencari Pasangan ( Make a Match )

Dikembangkan oleh Larana Curran, dimana keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topic dalam suasana yang menyenangkan. Langkah – langkahnya :

1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review ( persiapan menjelang tes atau ujian ).

2) Setiap siswa mendapat satu buah kartu.

3) Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya.

4) Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok.

5) Para siswa mendiskusikan penyelesaian tugas secara bersama – sama.

6) Presentasi hasil kelompok atau kuis.

b. Bertukar Pasangan

Langkah – langkahnya :

1) Setiap siswa mendapatkan satu pasangan ( guru bisa menunjukkan pasangannya atau siswa melakukan prosedur / teknik mencari pasangan.

2) Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.

3) Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.

4) Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Masing – masing pasangan yang baru ini kemudian saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.

5) Temuan baru yang didapatkan dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan pada pasangan semula.

c. Berkirim Salam dan Soal

Langkah – langkahnya :

1) Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain. Guru bisa mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok.

2) Kemudian masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya.

3) Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain.

4) Setelah selesai jawaban masing – masing kelompok dicocokan dengan jawaban kelompok yang membuat soal.

d. Bercerita Berpasangan

Teknik ini menggabungkankegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Langkah – langkahnya :

a) Pengajar membagi bahan pelajaran menjadi dua bagian.

b) Pengajar memberikan pengenalan topik yang akan dibahas dalam pelajaran.

c) Siswa dipasangkan

d) Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua.

e) Kemudian siswa disuruh membaca atau mendengarkan bagian mereka masing-masing

f) Sambil membaca/mendengarkan siswa mencatat beberapa kata atau frase kunci yang ada dalam bagian masing-masing.

g) Siswa berusaha untuk mengarang bagian lain yang belum dibaca/didengarkan berdasarkan kata kunci.

h) Setelah selesai menulis, beberapa siswa bisa diberi kesempatan untuk membacakan hasil karangan mereka.

i) Pengajar membagiakan bagian cerita yang belum terbaca kepada masing –masing siswa.

j) Diskusi mengenai topik tersebut.

e. Dua Tinggal Dua Tamu ( Two Stay Two Stay )

Langkah-langkahnya :

1) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berempat.

2) Siswa bekerjasama dalam kelompok berempat seperti biasa.

3) Setelah selesai, dua orang dari masing – masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing – masing bertamu ke dua kelompok lain.

4) Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.

5) Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.

6) Kelompok mencocokan dan membahas hasil – hasil kerja mereka.

f. Keliling Kelompok

1) Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok memulai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan.

2) Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya

3) Demikian seterusnya. Giliran bicara bisa dilaksanakan menurut arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan.

g. Kancing Gemerincing

Langkah-langkahnya :

1) Guru menyiapkan satu kotak kecil yang berisi kancing – kancing atau benda kecil lainnya.

2) Sebelum kelompok memulai tugasnya setiap siswa dalam masing – masing kelompok mendapatkan dua atau tiga buah kancing ( jumlah kancing bergantung pada sukar tidaknya tugas yang diberikan.

3) Setiap kali seorang siswa berbicara atau mengeluarkan pendapat dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkan di tengah – tengah.

4) Jika kancing yang dimiliki seseorang habis, dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua rekannya juga menghabiskan kancing mereka.

Baca Juga :

TUJUAN DAN PERBEDAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TUJUAN DAN PERBEDAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TUJUAN DAN PERBEDAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. Meningkatkan hasil belajar akademik

Meskipun pembelajaran kooperatif meliputi berbagai macam tujuan social, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas – tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep – konsep yang sulit.

2. Penerimaan terhadap keragaman

Pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa yang berbada latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas – tugas bersama.

3. Pengembangan ketrampilan sosial

Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi untuk saling berinteraksi dengan teman yang lain.

PERBEDAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PEMBELAJARAN TRADISIONAL

Kelompok Belajar Kooperatif

Kelompok Belajar Tradisional

Adanya saling ketergantungan positif, saling membantu dan saling memberikan motivai sehingga ada interaksi promotif.Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok.
Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. Kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan.Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas- tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok, sedangkan anggota kelompok lainnya hanya ‘enak-enak saja’ diatas keberhasilan temannya yang dianggap ‘ pemborong’.
Kelompok belajar heterogen, baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik, dsb sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan.Kelompok belajar biasanya homogen
Pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok.Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing.
Ketrampilan social yang diperlukan dalam kerja gotong royong seperti kepemimpinan, kemampuan berkomu nikasi, mempercayai orang lain dan mengelola konflik secara langsung diajarkan.Ketrampilan sosial sering tidak diajarkan secara langsung.
Pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung, guru terus melakukan pemantauan melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok.Pemantauan melalui observasi dan intervensi sering dilakukan oleh guru pada saat belajarkelompok sedang berlangsung.
Guru memperhatikan secara langsung proses kelompok yang terjadi dalam kelompok – kelompok belajar.Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok – kelompok belajar.
Penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas tetapi juga hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai).Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Keuntungan pembelajaran kooperatif diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan social
  2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan.
  3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.
  4. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai – nilai sosial dan komitmen.
  5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau  egois.
  6. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.
  7. Berbagi ketrampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan.
  8. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.
  9. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi
  10. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.
  11. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas sosial, agama dan orientasi tugas

SINTAK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

FASE – FASEPERILAKU GURU
Fase 1 : present goals and setMenyampaikan tujuan dan memper siapkan peserta didikMenjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar.
Fase 2 : present informationMenyajikan informasiMempresentasikan informasi kepada paserta didik secara verbal.
Fase 3 : organize students into learning teamsMengorganisir peserta didik ke dalam tim – tim belajarMemberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien.
Fase  4 : assist team work and studyMembantu kerja tim dan belajarMembantu tim- tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya.
Fase 5 : test on the materialsMengevaluasiMenguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompok- kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
 Fase 6 : provide recognitionMemberikan pengakuan atau penghargaanMempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok.

TEKNIK – TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. Metode STAD ( Student Achievement Divisions ) 

Metode ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan – kawan dari universitas John Hopkins. Metode ini digunakan para guru untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui penilaian verbal maupun tertulis. Langkah – langkahnya :

a.    Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim, masing – masing terdiri atas 4 atau 5 anggota. Tiap kelompok memiliki anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan ( tinggi, sedang, rendah ).

b.   Tiap anggota tim/kelompok menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusiantar sesama anggota tim/ kelompok.

c.    Secara individual atau tim, tiap minggu atau tiap dua minggu akan mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan akademik yang telah dipelajari.

d.   Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individual atau tim yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna diberi penghargaan. Kadang – kadang beberapa atau semua tim memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu criteria atau srandar tertentu.

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/

Tags:

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)

 PENGERTIAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

KONSEP DASAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pada dasarnya manusia mempunyai perbedaan, dengan perbedaan itu manusia saling asah, asih, asuh ( saling mencerdaskan ). Dengan pembelajaran kooperatif diharapkan saling menciptakan interaksi yang asah, asih, asuh sehingga tercipta masyarakat belajar ( learning community ). Siswa tidak hanya terpaku belajar pada guru, tetapi dengan sesama siswa juga.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Didalam pembelajaran kooperatif terdapat elemen-elemen yang berkaitan. Menurut  Lie ( 2004 ):

1. Saling ketergantungan positif

Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan atau yang biasa disebut dengan saling ketergantungan positif yang dapat dicapai melalui : saling ketergantungan mencapai tujuan, saling ketergantungan menyelesaikan tugas, saling ketergantungan bahan atau sumber, saling ketergantungan peran, saling ketergantungan hadiah.

2. Interaksi tatap muka

Dengan hal ini dapat memaksa siswa saling bertatap muka sehingga mereka akan berdialog. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru tetapi dengan teman sebaya juga karena biasanya siswa akan lebih luwes, lebih mudah belajarnya dengan teman sebaya. Sejarah Masyarakat Indonesia Pra Aksara : Ciri, Metode dan Periodisasi

3. Akuntabilitas individual

Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Penilaian ditunjukkan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian ini selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua kelompok mengetahui siapa kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan,maksudnya yang dapat mengajarkan kepada temannya. Nilai kelompok tersebut harus didasarkan pada rata-rata, karena itu anggota kelompok harus memberikan kontribusi untuk kelompnya. Intinya yang dimaksud dengan akuntabilitas individual adalah penilaian kelompok yang didasarkan pada rata-rata penguasaan semua anggota secara individual.

4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi

Keterampilan sosial dalam menjalin hubungan antar siswa harus diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi akan memperoleh teguran dari guru juga siswa lainnya.

UNSUR – UNSUR MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Menurut Roger dan David Johnson ada 5 unsur dalam model pembelajaran kooperatif, yaitu :

1. Positive interdependence ( saling ketergangtungan positif )

Unsur ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif ada 2 pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompok. Kedua, menjamin semua anggota kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut.

Beberapa cara membangun saling ketergantungan positif yaitu :

a)    Menumbuhkan perasaan peserta didik bahwa dirinya terintegrasi dalam kelompok, pencapaian tujuan terjadi jika semua anggota kelompok mencapai tujuan.

b)   Mengusahakan agar semua anggota kelompok mendapatkan penghargaan yang sama jika kelompok mereka berhasil mencapai tujuan.

c)    Mengatur sedemikian rupa sehingga setiap peserta didik dalam kelompok hanya mendapatkan sebagian dari keseluruhan tugas kelompok.

d)   Setiap peserta didik ditugasi dengan tugas atau peran yang saling mendukung dan saling berhubungan, saling melengkapi dan saling terikat dengan peserta didik lain dalam kelompok.

2. Personal responsibility ( tanggung jawab perorangan )

Tanggung jawab perorangan merupakan kunci untuk menjamin semua anggota yang diperkuat oleh kegiatan belajar bersama.

3. Face to face promotive interaction ( interaksi promotif )

Unsur ini penting untuk dapat menghasilkan saling ketergantungan positif. Ciri – ciri interaksi promotif adalah :

a.   Saling membantu secara efektif dan efisien

b.   Saling memberi informasi dan sarana yang diperlukan

c.    Memproses informasi bersama secara lebih effektif dan efisien

d.   Saling mengingatkan

e.   Saling percaya

f.    Saling memotivasi untuk memperoleh keberhasilan bersama

4. Interpersonal skill ( komunikasi antar anggota / ketrampilan )

Dalam unsur ini berarti mengkoordinasikan kegiatan peserta didik dalam pencapaian tujuan peserta didik, maka hal yang perlu dilakukan yaitu :

a.   Saling mengenal dan mempercayai

b.   Mampu berkomunikasi secara akurat dan tidak ambisius

c.   Saling menerima dan saling mendukung

d.  Mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif.

5. Group processing ( pemrosesan kelompok )

Dalam hal ini pemrosesan berarti menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat diidentifikasi dari urutan atau tahapan kegiatan kelompok dan kegiatan dari anggota kelompok. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anggota dalam memberikan kontribusi terhadap kegiatan kolaboratif untuk mencapai tujuan kelompok.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/

Membedakan Burung Glatik Jantan dan Betina Secara Fisik

Membedakan Burung Glatik Jantan dan Betina Secara Fisik

Membedakan Burung Glatik Jantan dan Betina Secara Fisik

Untuk membedakan jenis kelamin pada gelatik silver sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk membedakan antara jantan dan betina pada gelatik silver.

  1. Bentuk paruh

Bentuk paruh antara gelatik silver jantan dan betina secara sekilas hampir sama. Untuk membedakannya harus diamati secara teliti. Bagi penangkar, tentunya sudah terbiasa dan cepat dalam membedakannya. Lain halnya bagi yang masih awam harus mencermatinya benar-benar.

Paruh gelatik siver jantan, lebih tebal membentuk lekukan pada bagian atas kepala. Paruh gelatik silver betina, hampir rata dengan bagian atas kepala.

Bentuk paruh gelatik silver jantan lebih melebar jika dilihat dari depan. Sementara jika dilihat dari samping akan tampak lebih menebal. Bagian yang menebal ini terlihat jelas pada paruh bagian atas. Pada bagian atas lubang hidungnya kelihatan lebih menebal sehingga membuat lekukan pada kepalanya. Sementara pada yang betina bagian ini tidak terlalu tebal sehingga bagian atas kepala sampai ke ujung paruh terlihat lebih rata.

Warna paruh umumnya sama antara yang jantan dengan betina. Namun jika dibandingkan, warna merah pada paruh gelatik silver betina cenderung lebih terang. Sementara pada paruh gelatik silver jantan lebih tajam (gelap).

  1. Bentuk tubuh

Bentuk tubuh gelatik silver jantan dan betina hampir sama. Namun jika diamati, tubuh jantan akan kelihatan lebih panjang terutama pada bagian leher dan kaki. Namun, hal ini lebih dikarenakan kebiasaan gelatik silver jantan yang suka bertengger dengan tubuh yang tegak. Sedangkan yang betina umumnya saat bertengger kurang tegak dan lebih suka diam. Selain itu, kaki dan jemari yang jantan umumnya lebih panjang serta ramping dibanding betinanya.

  1. Suara yang diperdengarkan

Baik gelatik silver jantan maupun betina dapat bersuara. Namun, suara pada yang betina hanya sedikit sehingga sering dikatakan tidak bersuara. Lain halnya pada yang jantan, suaranya lantang dan dapat membentuk kicauan. Kicauan ini cukup enak untuk dinikmati, meski saat ini hal tersebut kurang diperhatikan. Kicauan akan semakin keras saat masa berahi. Pada saat ini gelatik silver jantan menunjukkan kemampuannya untuk menarik pasangannya. Selain dengan suara, gelatik silver jantan juga memiliki sejenis tarian untuk memikat, sedangkan yang betina relatif lebih diam (pasif).

Tetapi semuanya itu belum bisa di jadikan patokan, karena metode d atas belum 100% berhasil, dan cara efektif untuk mengenali jenis kelamin gelatik adalah dengan cara molecular sexing, yakni menentukan jenis kelamin burung berdasarkan analisis DNA. Tetapi molekular sexing sangat mahal dan hanya bisa dikerjakan di laboratorium. Celakanya, belum banyak laboratorium di Indonesia yang bisa mengerjakan hal tersebut.


Baca Artikel Lainnya:

PlayStation 5 Disebut-sebut Lebih Kuat dari Xbox Scarlett, Ini Bocorannya

PlayStation 5 Disebut-sebut Lebih Kuat dari Xbox Scarlett, Ini Bocorannya

PlayStation 5 Disebut-sebut Lebih Kuat dari Xbox Scarlett, Ini Bocorannya

cheapraybanoutletonline.com – Persaingan Sony dan Microsoft dalam pasar konsol game segera memasuki babak baru. Sony sedang menyiapkan konsol game baru yang diduga bernama PlayStation 5.

Sedangkan Microsoft juga tengah disibukkan dengan pengembangan konsol game baru yang dinamakan project Xbox Scarlett. Keduanya bakal lebih kuat dari generasi sebelumnya.

Microsoft telah mengungkap

sedikit dari Xbox Scarlett di E3 2019 kemarin. Sedangkan Sony absen dari event ‘lebaran’ para gamer tersebut.

Mengutip dari Wccftech, mantan editor IGN, Colin Moriarty dalam sebuah wawancara mengaku telah mencoba kedua konsol game masa depan ini.

Colin Moriarty menyebutkan kalau developer kits PlayStation 5 maupun Xbox Scarlett telah sampai ke tangan para pengembang game. Dari sana ia mencoba merasakan konsol game ini.

Menurutnya PlayStation 5

bakal lebih bertenaga dibandingkan dengan Xbox Scarlett. Secara spesifikasi, nampak PlayStation bakal lebih unggul.

Namun itu baru bocoran lewat development kits yang diterima pengembang game. Spesifikasi akhir dari kedua konsol game ini bisa saja berubah.

Senada dengan Colin Moriarty, Andrew Reiner dari Game Informer

Menurut Adrew Reiner, PlayStation 5 punya target spesifikasi yang lebih tinggi dari Xbox Scarlett.

Seperti dikabarkan sebelumnya, kedua konsol game ini kembali memakai arsitektur dari AMD. Tidak lain akan memakai AMD NAVI sebagai otak di balik konsol game tersebut.

PlayStation 4 maupun Xbox One juga memakai arsitektur dari AMD. Keduanya sama-sama memakai AMD Jaguar 8 core, yang membedakan hanya clock speed dan model memory yang dipakai.

Dalam E3 2019 sendiri, Microsoft mengumumkan kalau Xbox Scarlett akan tiba pada akhir 2020. Microsoft memasukkan banyak teknologi baru di konsol game ini.

Microsoft mengklaim Xbox Scarlett mendukung resolusi hingga 8K, load time makin kencang, mendukung frame rate 120 fps, tidak ketinggalan dukungan RTX.

Jika Xbox Scarlett bisa seperti itu, pastinya PlayStation 5 tidak ketinggalan. Karena disebut-sebut punya tenaga lebih kuat.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Toshihiro Nagoshi, sutradara Yakuza. Ia menyebutkan kalau PlayStation 5 punya kekuatan yang luar biasa.

Ia juga menyebutkan dengan adanya kecerdasan buatan dan deep learning yang ditanamkan dalam PlayStation 5. Tidak heran nantinya konsol game ini harus punya tenaga lebih.

Melihat kabar ini, pastinya akan menarik untuk menyimak persaingan konsol game yang makin memanas. Jadi kamu memihak ke PlayStation 5 atau Xbox Scarlett?

Cara Memijahkan Ikan Cupang

Cara Memijahkan Ikan Cupang

Cara Memijahkan Ikan Cupang

Banyak orang mengadu cupang, padahal dengan memijahkannya sendiri selain rasa puas, hasilnya pun lumayan. Cupang, fighting fish (Betta sp.), adalah ikan hias yang berasal dari Asia seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Ikan ini disukai karena selain bentuk tubuhnya bagus dengan warna – warna metalik yang khas, cupang juga dapat diadu.
Keindahannya terlihat bila ikan ini sedang berlaga. Yakni bila ikan ini mengembangkan sirip – siripnya, dan mengibas – ngibaskannya bak kipas, sambil sesekali mengedokan tutup insangnya kearah lawannya. Bersamaan dengan itu, warna sekujur tubuhnya lebih menyala, sehingga terlihat bagus sekali. Tak heran jika semakin banyak orang yang menggemarinya.
Selama ini, untuk mendapatkan ikan cupang yang bagus, banyak hobiis membeli cupang impor dari Malaysia, Singapura, atau Thailand. Sangat disayangkan, karena sebetulnya kita pun dapat menciptakan ikan cupang yang bagus jika tahu cara memijahkannya.

Calon Induk

Entah karena apa orang enggan menernakan cupang sendiri, padahal memijahkan ikan ini tidaklah sulit. Hanya saja sifat – sifat induk yang akan dipijahkan perlu diperhatikan. Ini dimaksudkan agar anak cupang yang dihasilkan mewarisi sifat induknya, sesuai dengan yang diinginkan.
Cupang yang akan dijadikan induk dipilih sesuai dengan selera dan tujuan. Jika ingin mendapatkan anak – anak cupang yang nantinya jago bertarung, maka pilihlah induk yang jago bertarung. Sedangkan jika ingin mendapatkan anak – anak cupang yang mempunyai penampilan (bentuk dan warna sirip) yang indah, maka calon induk juga dipilih yang penampilannya indah. Biasanya satu keturunan didalam satu lubuk (tempat pemeliharaan) sifat – sifat anak cupang akan seragam.
Selain itu, calon induk yang akan dipijahkan juga harus sehat, dan cukup umurnya (6 bulan). Sebelum dikawinkan, calon induk jantan dan betina dirawat terlebih dahulu di tempat yang terpisah dan tidak bercampur dengan ikan cupang lainnya. Ini dimaksudkan agar calon induk benar – benar siap dan terhindar dari perkelahian dengan cupang lain, yang dapat menyebabkan kerusakan calon induk.
Induk jantan yang baik adalah yang berpenampilan bagus, prima, serta sirip dan sisik – sisiknya utuh. Sedangkan induk betina yang siap pijah, perutnya terlihat gendut. Setelah cupang calon induk didapat dan siap dipijahkan, maka pemijahan bisa dilakukan.

Si Jantan Merayu

Wadah sebagai tempat pemijahan dapat berupa stoples, akuarium, gentong, ember, atau bak semen. Ukuran wadah jangan terlalu besar, juga jantan jangan terlalu kecil. Wadah yang ideal adalah yang berukuran volume 10 – 15 liter air.
Sebelum pemijahan wadah sudah harus disiapkan. Wadah harus bersih, serta bebas dari kuman dan penyakit. Tiga hari sebelum ikan dimasukkan wadah diisi dengan air. Air bisa berasal dari sumur, atau air pam/ledeng yang sebelumnya sudah diendapkan selama 3 hari. Hal ini dilakukan agar ikan terhindar dari pengaruh lumpur, logam berat atau unsur lainnya yang dapat melemahkan induk ikan.
Ikan jantan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah pemijahan. Biasanya 2 – 3 hari kemudian, pejantan membuat busa dipermukaan air. Ini menandakan jantan siap kawin. Busa ini secara naluri digunakan untuk meletakan telur – telur yang dibuahi. Setelah itu barulah betinanya dimasukkan.
Sebelum melakukan perkawinan, biasanya si jantan akan merayu betina dengan mengibarkan siripnya sambil sesekali mengedokan tutup insang dan berlari ke sana kemari. Jika si betina tidak mau dirayu, biasanya si jantan akan memaksa si betina, bahkan bila perlu si jantan akan memukulinya. Maka jangan heran jika sesudah bertelur terlihat luka – luka pada tubuh si betina.
Setelah si betina menyerah/pasrah pada si jantan, perkawinan berlangsung. Perkawinannya unil, si jantan melilit tubuh si betina sambil mengeluarkan sperma untuk membuahi telur yang dikeluarkan betina. Telur – telur  diletakan pada busa di permukaan air. Perkawinan biasanya berlangsung antara 1/2 – 1 jam. Setelah perkawinan selesai, perut betina biasanya kempes dan pada tubuh betina akan terlihat belang – belang bekas lilitan si jantan.
Setelah selesai bertelur, induk betina dipisahkan dari telurnya dengan hati – hati agar tidak merusak telur. Pemisahan induk dimaksudkan agar telur tidak dimakan oleh induk betina, sedangkan induk jantannya tetap dalam wadah menjaga telur. Selama induk jantan menjaga telur, pada tumpukkan busa yang berisi telur dapat diberi pelindung yang berasal dari daun, seperti daun mangkok – mangkokan atau daun lainnya, bisa juga dengan potongan stirofoam maupun plastik ( potongan ukurannya berkisar 6 – 8 cm ). Pelindung ini dimaksudkan agar telur – telur terhindar dari pengaruh buruk intensitas sinar matahari yang berlebihan dan serangga, maupun hama pengganggu lainnya.

Dua hari menetas

Dua – tiga hari setelah dibuahi biasanya telur menetas. Anak – anak ikan ini sangat kecil, bentuknya seperti jarum. Setelah menetas, induk jantan diangkat dan dipelihara untuk persiapan pemijahan selanjutnya. Ikan yang masih sangat kecil ini tidak perlu diberi pakan selama 3 – 4 hari, karena masih mempunyai cadangan makanan. Pakan berupa cuk (jentik nyamuk) dan daphnia (kutu air) dapat mengganggu hidup anak cupang, karena selain merupakan pesaing dalam mendapatkan oksigen, cuk atau daphnia yang mati dapat menimbulkan penyakit bagi anak – anak cupang.
Setelah dapat berenang dan makan, anak ikan ini dipindahkan ke tempat yang lebih besar untuk pembesaran. Perawatan selanjutnya tinggal pemberian pakan, membersihkan kotoran, serta menjaga suhu dan mengganti air.

Menjaga tetap sehat

Anak cupang umur 1 minggu karena masih kecil, pakannya cukup diberikan 1 kali sehari pada pagi atau siang hari. Pakan berupa artemia atau daphnia (kutu air) yang halus, didapat dengan cara menyaring dengan saringan halus berulang – ulang. Setelah beranjak umur 1 bulan barulah diberikan kutu air yang agak besar. Seterusnya ukuran pakan yang diberikan bisa yang lebih besar sesuai dengan besarnya ikan. Pakanpun tidak hanya daphnia, tetapi dapat berupa hewan lainnya, misalnya cuk (jentik nyamuk), atau cacing sutera. Pemberiannya ditingkatkan menjadi 2 kali sehari pagi dan siang.

Untuk menjaga anak ikan tetap sehat, kualitas air harus diperhatikan. Karena biasanya, kualitas air sangat menentukan kesehatan ikan. Air yang kotor akibat feses atau sisa – sisa pakan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan tumbuhnya bakteri atau penyakit yang dapat menyerang ikan. Biasanya, pada umur muda cupang mudah sekali terserang penyakit seperti white spot. Ikan yang terkena penyakit ini menunjukkan gejala bercak putih pada kulit, selanjutnya ikan akan mati. Selain itu anak ikan dapat pula diserang kutu – kutu yang menyebabkan tubuh anak ikan bengkok.

Untuk mencegah timbulnya penyakit – penyakit tersebut, kualitas air perlu dijaga. Bila air sudah terlihat tidak jernih atau terlihat adanya kotoran pada dasar wadah, maka air harus segera dibersihakan dengan cara di sifon. Untuk menggantikan air yang terbuang, dapat ditambahkan air baru yang sudah diendapkan terlebih dahulu. Bila perlu, pembersihan air dilakukan setiap hari. Saat membersihkan air, anak – anak ikan yang terserang penyakit diambil dan dipisahkan atau dibuang agar tidak menjalar ke ikan cupang lainnya.
Suhu mempengaruhi hidup anak ikan cupang yang baru menetas. Hal ini terbukti, pada musim panas antara bulan Oktober – Maret saat udara panas, perkembangan anak ikan cupang berjalan normal, dan jumlah kematiannya sedikit. Sebaliknya pada musim hujan antara April – September meskipun telur – telur dapat menetas, namun tingkat kematiannya cukup besar. Untuk itu agar suhu air terjaga tetap konstan terutama pada musim hujan, sebaiknya dipasang heater (pemanas) pada akuarium.
Pada umur 4 bulan biasanya anak ikan sudah dapat dibedakan dengan jelas antara jantan dan betinanya. yang jantan mempunyai ciri sirip – siripnya lebih panjang dan warnanya jelas (menyala), serta perutnya lebih langsing. Sedangkan yang betina biasanya sisrip – siripnya lebih pendek dan warnanya pucat (tidak menyala), serta perutnya lebih besar. Yang betina dapat ditempatkan dalam satu wadah, sedangkan jantannya dipisahkan sendiri – sendiri (soliter) dalam toples agar tidak saling berkelahi, sehingga terhindar dari kerusakan ikan.
Dengan perawatan yang baik, seperti pemberian makan yang teratur, menjaga suhu dan kualitas air tetap sesuai, maka anak ikan akan dapat tumbuh sehat hingga nantinya menjadi induk yang baik sesuai harapan.