Asumsi-Asumsi Dasar Analisa Break Even Point

Asumsi-Asumsi Dasar Analisa Break Even Point

Asumsi-Asumsi Dasar Analisa Break Even Point

Beberapa asumsi yang berpengaruh dalam analisa break even menurut Mulyadi (1993, p. 259) adalah sebagai berikut :
a. Variabilitas biaya dianggap akan mendekati pola perilaku yang diramalkan.
b. Harga jual produk dianggap tidak berubah-ubah pada berbagai tingkat kegiatan.
c. Kapasitas produksi pabrik dianggap secara relative konstan.
d. Harga faktor-faktor produksi dianggap tidak berubah.
e. Efisiensi produksi dianggap tidak berubah.
f. Perubahan jumlah persediaan awal dan akhir dianggap tidak signifikan.
g. Komposisi produk yang dijual dianggap tidak berubah.
h. Volume merupakan faktor satu-satunya yang mempengaruhi biaya

Dampak Perubahan dari Beberapa Faktor dalam Analisa Break Even Point Menurut Mulyadi dalam buku Akuntansi Manajemen (1993, 259):
a. Suatu perubahan dalam biaya variabel akan mengakibatkan perubahan dalam contribution margin dan impas.
b. Suatu perubahan dalam harga jual akan mengakibatkan perubahan pada contribution margin dan impas.
c. Angka laba kontribusi hanya akan dipengaruhi oleh perubahan pada biaya variabel dan harga jual.
d. Suatu perubahan dalam biaya tetap mengakibatkan perubahan pada impas tapi tidak mempengaruhi laba kontribusi.
e. Suatu perubahan gabungan dalam biaya tetap dan biaya variabel pada arah yang sama akan menyebabkan perubahan tajam terhadap impas.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Manfaat Analisa Break Even Point

Manfaat Analisa Break Even Point

 

Manfaat Analisa Break Even Point

Menurut Rony (1990, p. 357) analisis titik impas atau analisis Break Even Point sangat bermanfaat bagi manajemen dalam menjelaskan beberapa keputusan operasional yang penting dalam tiga cara berbeda namun tetap berkaitan yaitu:
a. Pertimbangan tentang produk baru dalam menentukan berapa tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan memperoleh laba.
b. Sebagai kerangka dasar penelitian pengaruh ekspansi terhadap tingkat operasional.
c. Membantu manajemen dalam menganalisis konsekuensi penggeseran biaya variabel menjadi biaya tetap karena otomisasi mekanisme kerja dengan peralatan yang canggih.
Matz, Usry dan Hammer (1991, p. 224) juga menjelaskan beberapa manfaat analisa break even untuk manajemen, yaitu :
a. Membantu pengendalian melalui anggaran.
b. Meningkatkan dan menyeimbangkan penjualan.
c. Menganalisa dampak perubahan volume.
d. Menganalisa harga jual dan dampak perubahan biaya.
e. Merundingkan upah.
f. Manganalisa bauran produk.
g. Manerima keputusan kapitalisasi dan ekspansi lanjutan.
h. Menganalisa margin of safety.

Sedangkan menurut Sigit (1993, p. 1) analisa Break Even Point mempunyai beberapa manfaat, diantaranya adalah :
a. Sebagai dasar merencanakan kegiatan operasional dalam usaha mencapai laba tertentu.
b. Sebagai dasar atau landasan untuk mengendalikan aktivitas yang sedang berjalan.
c. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan harga jual.
d. Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMBUATAN TEMPE

FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMBUATAN TEMPE

FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMBUATAN TEMPE

1.    Oksigen

Oksigen dibutuhkan untuk pertumbuhan kapang. Aliran udara yang terlalu cepat menyebabkan proses metabolisme akan berjalan cepat sehingga dihasilkan panas yang dapat merusak pertumbuhan kapang. Oleh karena itu apabila digunakan kantong plastik sebagai bahan pembungkusnya maka sebaiknya pada kantong tersebut diberi lubang dengan jarak antara lubang yang satu dengan lubang lainnya sekitar 2 cm.

2.    Uap air

Uap air yang berlebihan akan menghambat pertumbuhan kapang. Hal ini disebabkan karena setiap jenis kapang mempunyai Aw optimum untuk pertumbuhannya.

3.    Suhu

Kapangtempedapat digolongkan kedalam mikroba yang bersifat mesofilik, yaitu dapat tumbuh baik pada suhu ruang (25-27oC). Oleh karena itu, maka pada waktu pemeraman, suhu ruangan tempat pemeraman perlu diperhatikan.

4.    Keaktifan Laru

Laru yang disimpan pada suatu periode tertentu akan berkurang keaktifannya. Karena itu pada pembuatan tape sebaiknya digunakan laru yang belum terlalu lama disimpan agar dalam pembuatantempetidak mengalami kegagalan.
Untuk membuat tempedibutuhkan inokulum atau laru tempeatau ragi tempe. Laru tempedapat dijumpai dalam berbagai bentuk misalnya bentuk tepung atau yang menempel pada daun waru dan dikenal dengan nama Usar. Laru dalam bentuk tepung dibuat dengan cara menumbuhkan spora kapang pada bahan, dikeringkan dan kemudian ditumbuk. Bahan yang akan digunakan untuk sporulasi dapat bermacam-macam seperti tepung terigu, beras, jagung, atau umbi-umbian.
Berdasarkan atas tingkat kemurniannya, inokulum atau larutempedapat dibedakan atas: inokulum murni tunggal, inokulum campuran, dan inokulum murni campuran. Adapun perbedaannya adalah pada jenis dan banyaknya mikroba yang terdapat dan berperan dalam laru tersebut.
Mikroba yang sering dijumpai pada laru tempeadalah kapang jenis Rhizopus oligosporus, atau kapang dari jenis R. oryzae. Sedangkan pada laru murni campuran selain kapang Rhizopus oligosporus, dapat dijumpai pula kultur murni Klebsiella. Selain bakteri Klebsiella, ada beberapa jenis bakteri yang berperan pula dalam proses fermentasi tempe diantaranya adalah: Bacillus sp.,Lactobacillus sp., Pediococcus sp., Streptococcus sp., dan beberapa genus bakteri yang memproduksi vitamin B12. Adanya bakteri Bacillus sp padatempe merupakan kontaminan, sehingga hal ini tidak diinginkan.
Selama proses fermentasi, kedelai akan mengalami perubahan baik fisik maupun kimianya. Protein kedelai dengan adanya aktivitas proteolitik kapang akan diuraikan menjadi asan-asam amino, sehingga nitrogen terlarutnya akan mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan dari nitrogen terlarut maka pH juga akan mengalami peningkatan. Nilai pH untuktempeyang baik berkisar antara 6,3 sampai 6,5. Kedelai yang telah difermentasi menjaditempeakan lebih mudah dicerna. Selama proses fermentasi karbohidrat dan protein akan dipecah oleh kapang menjadi bagian-bagian yang lebih mudah larut, mudah dicerna dan ternyata bau langu dari kedelai juga akan hilang.


Baca Artikel Lainnya:

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Dalam kehidupan sehari-hari, cukup banyak ditemukan permasalahan yang berhubungan dengan perairan darat. Permasalahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kualitas air saja, namun juga berkaitan dengan kuantitas air. Berikut ini adalah contoh permasalahan tentang perairan darat yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1.    Cone of Depression(Kerucut Penurunan Permukaan Air Tanah)

Cone of depression adalah fenomena penurunan permukaan air tanah akibat kegiatan penggunaan air tanah secara berlebihan di suatu daerah. Akibat dari tindakan ini adalah keringnya sungai dan mata air saat musim kemarau. Akibatnya, diperlukan biaya dan tenaga ekstra untuk memperdalam sumur masyarakat.

  1.    Intrusi Air Laut

Intrusi air laut merupakan dampak lanjutan dari cone of depression yang biasanya terjadi di daerah pesisir. Akibat cone of depression, zona pertemuan antara air laut dan air tanah (interface) menjadi lebih menjorok ke daratan sehingga air tawar sulit diperoleh di daerah pesisir. Intrusi air laut terjadi di berbagai kota besar yang terletak di pesisir.

  1.    Land Subsidence(Penurunan Permukaan Tanah)

Penurunan permukaan tanah terjadi akibat kegiatan eksploitasi air tanah secara besar-besaran. Air tanah mengisi pori-pori tanah dan batuan, apabila terjadi eksploitasi secara besar-besaran, maka akan terjadi penurunan (ambles). Fenomena land subsidence yang sangat besar terjadi di Virginia, Amerika Serikat pada rentang tahun 1925 – 1977. Selama rentang waktu tersebut terjadi penurunan permukaan lebih dari 10 meter. Di Indonesia fenomena penurunan permukaan tanah terjadi di Jakarta dan Semarang dengan penurunan kurang dari 2 cm/tahun.

  1.    Pencemaran Air

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat-zat berbahaya tertentu ke dalam tubuh air melebihi batas persyaratan kesehatan. Pencemaran dapat berasal dari limbah rumah tangga, limbah industri, penggunaan pestisida, sampah, aktivitas pertambangan, hujan asam, dan intrusi air asin.


Sumber:

https://kelasips.co.id/

Kucing American Curl, Jenis Kucing yang Menghasilkan Ras Kucing Kinkalow

Kucing American Curl, Jenis Kucing yang Menghasilkan Ras Kucing Kinkalow

Kucing American Curl, Jenis Kucing yang Menghasilkan Ras Kucing Kinkalow

Kucing American Curl adalah salah satu ras kucing akibat mutasi genetik alami yang berasal dari Lakewood, California, Amerika Serikat. Sesuai dengan namanya, American Curl memiliki ciri khas pada bentuk telinganya, yaitu berbentuk menyerupai tanduk dan telinganya melengkung.

Pada tahun 2012, American Curl hanya dipelihara di beberapa negara saja, yaitu Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Jepang, Rusia dan negara lainnya. American Curl bukan hasil rekayasa genetik dan hasil persilangan ras kucing lain, sehingga ras kucing ini biasanya memiliki kesehatan yang baik.

Sejarah Kucing American Curl

Pada Juni 1981, kucing ini pertama kali ditemukan oleh keluarga Ruga. Mereka menemukan dua ekor kucing yang memiliki bulu panjang, yang satunya berwarna hitam yang merupakan kucing betina, sedangkan satunya lagi berwarna putih dan hitam. Oleh keluarga Ruga, kedua ekor kucing tersebut yang berwarna hitam diberi nama Shulamith, dan yang berwarna dua diberi nama Panda. Namun sayang, beberapa minggu kemudian, Panda menghilang, sehingga Shulamith menjadi nenek moyang ras American Curl saat ini.

Pada tahun 1983, seekor American Curl pertama kali diikutkan dalam kontes kucing. Dan pada tahun 1987, seekor kucing American Curl bulu panjang pertama kali menjadi juara dalam kontes kucing yang diadakan oleh The International Cat Association (TICA). Selanjutnya pada tahun 1993, American Curl menjadi ras kucing yang pertama yang dimasukan ke dalam 2 kelas lomba sekaligus dalam ajang “Cat Fanciers’ Association Championship”, yaitu kelas kucing berbulu panjang dan berbulu pendek.

Karakteristik Kucing American Curl

American Curl adalah kucing berukuran sedang dengan berat badan sekitar 5-10 pon atau 2.2-4.5 kg. American Curl memiliki 2 versi, yaitu versi bulu panjang dan versi bulu pendek. American Curl memiliki bulu yang lembut dan halus. Telinganya sangat lunak, lembut, dan tulangnya dapat dengan mudah patah, sehingga perlu berhati-hati.

Ciri khas kucing ini adalah memiliki telinga yang melengkung. Walaupun memiliki telinga yang melengkung, tetapi pada waktu umurnya kurang dari 10 hari, American Curl memiliki telinga yang lurus. Pada umur 10 hari sampai dengan 4 bulan, American Curl akan mengalami pelengkungan pada telinganya. Setelah 4 bulan, telinganya akan menjadi keras dan kaku. American Curl yang boleh diikutkan kontes kucing adalah, yang memiliki lengkungan telinga dengan sudut 90-180°. Namun jika melengkungnya sampai menyentuh kepala, akan didiskualifikasi dalam kontes kucing.

Temperamen Kucing American Curl

American Curl adalah kucing yang tidak terlalu agresif dan mudah beradaptasi. American Curl sangat senang bermain dan tinggal dengan hewan peliharaan lainnya. Kucing ini juga senang memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemiliknya.


Sumber:

https://rumahkucing.co.id/

Desak Menpan RB Tangani Ijazah Palsu

Desak Menpan RB Tangani Ijazah Palsu

Desak Menpan RB Tangani Ijazah Palsu

Maraknya kasus ijazah palsu mendapat perhatian dari salah satu anggota komisi X DPR-RI Dadang Rusdiana. Dia mengatakan, terjadinya kasus tersebut sangat mencoreng integritas pendidikan Indonesia.

Terlebih selama ini, yang menjadi salah satu problem utama Indonesia adalah selalu tertinggal oleh negara-negara lain karena daya saingnya yang masih rendah. Meski begitu, dengan booming nya kasus ijazah palsu tersebut, menurutnya bisa dijadikan sarana untuk melakukan kontemplasi yang mana lembaga-lembaga terkait harus bisa memperbaiki kinerjanya. Termasuk Menpan-RB yang juga dinilainya harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua pejabat yang disinyalir menggunakan ijazah palsu. ’’Kita sudah mendesak pihak Menpan-RB untuk melakukan evaluasi tersebut,’’ ujarnya kepada Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) seusai peluncuran bank milik pemerintah Kabupaten Bandung belum lama ini.

Dadang mengatakan, yang paling penting yang harus dilakukan adalah merubah

budaya dan orientasi terhadap ijazah. Karena selama ini, pemerintah cenderung lebih menghargai hal-hal yang formalis seperti ijazah dibanding dengan kompetensi. ’’Ini yang harus kita ubah ke depan,’’ kata dia.

Apabila pandangan terhadap ijazah tetap lebih penting, maka dia mengkhawatirkan kasus ijazah palsu akan terus berulang. ’’Kalau orientasinya ijazah, maka akan terus terulang hal seperti ini. Maka dari itu, sudah saatnya bangsa kita harus berorientasi pada kompetensi dan keahlian,’’ lanjutnya.

Politisi dari Partai Hanura ini juga berpendapat bahwa ijazah palsu merupakan

pelacuran akademis. Jadi siapa pun yang kedapatan menggunakan atau memanfaatkannya, harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ’’Kalau DPR dan DPRD kan ada Mahkamah Kehormatan, sanksinya bisa dimulai dari peringatan, perpindahan komisi sampai pada pemberhentian jabatan. Demikian juga dengan PNS, sanksinya sesuai dengan penegakan disiplin yang bisa dimulai dari sanksi ringan sampai pada penangguhan pangkat dan golongan,’’ jelasnya.

Tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bangsa ini bisa merubah

orientasi. Dari orientasi kepada ijazah harus diubah menjadi orientasi kinerja. Dimana pemberian jabatan struktural harus didasarkan pada kinerja dan prestasi, bukan hanya sebatas formalistik seperti gelar. ’’Berjejer gelar tanpa kemampuan kan memalukan,’’ tandasnya.

Salah satu contoh nyata yang bisa dilihat, adalah dengan diangkatnya Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP menjadi Menteri Kelautan oleh Presiden Jokowi. ’’Itu bisa jadi contoh. Susi sangat berprestasi bahkan jauh di atas mereka yang bergelar doktor,’’ pungkasnya.

 

Baca Juga :

Minimalisasi Kesalahan PDDB

Minimalisasi Kesalahan PDDB

Minimalisasi Kesalahan PDDB

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi melakukan sosialisasi juklak –juknis dan PPDB kepada 63 Kepala Sekolah Dasar se-Kota Cimahi. Sosialisasi tersebut digelar untuk meminimalisasi kesalahan dari pihak sekolah.
PPDB sistem online
GUSTI AMBRI/JPPHOTO

SYSTEM ONLINE: Pemkot Balikpapan saat menyaksikan peluncuran menyaksikan PPDB sistem online beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Cimahi Ace Hermawan mengatakan, sekarang ini sudah memasuki libur panjang, dan tahun ajaran baru dimulai 27 Juli 2015. Di saat masa libur ini bagi sekolah tidak ada libur. Akan tetapi diisi dengan PPDB yang dimulai 30 juni sampai 4 juli.

”Waktu yang efektif masa pendaftaran penerimaan siswa baru, baik TK, SD, SMP dan sma,” kata dia di Local Education Centre (LEC) Jalan Permata Kota Cimahi kemarin (18/6).

Menurutnya, PPDB ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi terkait juklak-juknis dan

mekanisme pendaftaran. Penekanan dalam juklak juknis ini adalah kepala sekolah secara sah atau legal formalnya menerima siswa baru pada 30 Juni mendatang.

”Nah di luar itu tidak dibenarkan. Tidak ada istilah titip menitip, kalaupun ada, itu adalah suatu pelanggaran,” tegasnya.

Disinggung soal titip menitip siswa, Ace menegaskan, praktik tersebut tidak dibenarkan. Pihaknya mengaku hingga saat ini belum menerima laporan terkait adanya tindakan tersebut.

”Tidak ada istilah pesan kursi, itu tidak dibenarkan. Itu adalah pelanggaran. Dan dalam sosialisasi PPDB selanjutnya untuk SMP dan SMA akan saya sampaikan soal itu,” terangnya.

Ace menambahkan, ada beberapa tahapan yang dilalui dalam PPDB ini. Di

antaranya sosialisasi, menyiapkan perlengkapan dan lain-lain. Sementara ketentuan dari dinas adalah guru. terutama kepsek dan guru yang jadi panitia tidak ada libur.

”Untuk pelayanan pada pendidikan tidak ada libur, yang libur itu hanya siswanya saja. Mereka (guru) kan digaji dan dapat tunjangan,” urainya.

Di sisi lain, pada PPDB 2015 Disdikpora Kota Cimahi tidak menutup kesempatan

siswa dari luar kota yang ingin bersekolah di Kota Cimahi. Bagi siswa luar Kota yang berpresatsi baik akademik maupun nonakademik di tingkat kabupaten/kota dapat bersekolah di kota Cimahi. ”Dari luar Cimahi diterima, dengan pembobotan domisili. Luar Cimahi bobotnya 24, di Cimahi bobotnya 30,” tandasnya

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-nyi-roro-kidul/

Pemerintah Gagal Jalankan Amanah

Pemerintah Gagal Jalankan Amanah

Pemerintah Gagal Jalankan Amanah

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo menyatakan pemerintah gagal melaksanakan amanah Undang-Undang No 14/2015 tentang Guru dan Dosen.

Menurutnya, banyak pasal yang sangat penting tidak dapat dilaksanakan dengan

baik, terutama dalam mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan terlindungi.
’’Dalam rangka mewujudkan guru profesional, seharusnya paling lambat sepuluh tahun sejak UUGD tersebut disahkan (tahun 2015) guru sudah harus berkualifikasi pendidikan S1 atau D 4 dan telah bersertifikat pendidik (Pasal 82 ayat (2),” katanya di Jakarta, Jumat (19/6).
Namun faktanya, sampai sekarang masih ada sekitar 40 persen guru kualifikasi pendidikannya belum S1 atau D4 dan masih sekitar 45 persen guru belum bersertifikat pendidik. Sehingga peserta didik berpotensi mendapat layanan yang tidak adil dari kondisi guru yang sangat heterogen.

Selain itu, Guru juga merasa diperlakukan diskriminatif. Karena kualifikasi

pendidikan maupun sertifikasi (yang harus dibiayai pemerintah dan atau pemerintah daerah) berimplikasi juga pada diterimanya tunjangan profesi. Pendidikan dan pelatihan guru pun tidak jelas dan tidak merata.
Tahun 2013 lalu, katanya, ada pelatihan guru massal yang dilaksanakan dalam kaitan pelaksanaan kurikulum 2013, bukan didesain untuk peningkatan kompetensi guru. Masih banyak guru yang belum pernah memperoleh pendidikn dan pelatihan.
’’Sekarang malah kebijakan Kemdikbud semakin tidak jelas. Tidak ada tanda-tanda amanat itu diselesaikan, rencananya saja tidak jelas, apa lagi pelaksanaannya,” ungkap senator asal Jawa Tengah ini.

Selain persoalan tersebut, tambahnya, kesejahteraan guru juga belum terpenuhi

sebagaimana amanat UUGD bahwa Guru seharusnya memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan memperoleh jaminan kesejahteraan sosial.
Nyatanya masih banyak guru yang bekerja penuh waktu dengan prestasi dan dedikasi yang tinggi tapi berpenghasilan sekitar Rp 250 ribu per bulan.
’’Sungguh tidak manusiawi, bahkan dholim. Guru-guru itu mestinya berhak memperoleh penghasilan sesuai peraturan perundang-undangan tetapi nyatanya aturannya saja tidak dibuat. Bagaimana mutu pendidikan bisa beranjak naik. Mendikbud pernah mengatakan guru (honorer) akan memperoleh penghasilan minimal. Tetapi itu juga baru omong doang,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-kota-bandung/

Tiga Panci

Tiga Panci

Tiga Panci

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.Ia membiarkan masing-masing mendidih.

Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi, ” jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. “Apa maksud semua ini, ayah?” tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah.
Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuk berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya
itu. “Maka, yang manakah dirimu?” tanya sang ayah pada anaknya. “Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu?
Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Sikap Adalah Penentu Segalanya

Sikap Adalah Penentu Segalanya

Sikap Adalah Penentu Segalanya

Anda boleh tidak percaya, tapi begitulah adanya. Apa yang terjadi dalam hidup Anda sangat ditentukan oleh sikap Anda. Tepatnya adalah sikap yang Anda pilih.

Hidup adalah pilihan, tentu kita semua sudah tahu dengan kata-kata ini. Namun mungkin Anda tidak menyadari bahwa sampai bagian terkecil dari hidup, sebenarnya Anda bisa memilih. Bagian terkecil itu adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap segala hal yang datang pada Anda.

Orang diam-diam ditampar, tentu saja orang itu akan marah. Seseorang menumpahkan air jus ke atas iPad Anda dengan sengaja, sudah selayaknya Anda menuntut ganti rugi pada orang itu dengan menggamparnya, mungkin. Itulah reaksi umum seseorang. Tapi tidak ada yang mengharuskan Anda demikian bukan? Di sinilah reaksi harus dihadapkan pada kesadaran bahwa hidup adalah pilihan!

Adalah sebuah cerita tentang Josh, seseorang yang berkepribadian menyenangkan. Tidak ada orang yang tidak senang berada di dekatnya dan berbicara dengan dia. Moodnya selalu baik dan setiap kata-katanya selalu positif. Dari dialah setiap orang merasakan pentingnya melihat segala sesuatu dari sisi lain sebelum memutuskan sesuatu.

Mungkin Anda sering mendapati orang yang begitu ceria dan disenangi teman-temannya, tapi ketika tidak bersama orang yang dikenalnya atau saat berada di tempat asing, dia bisa menjadi sosok acuh. Namun tidak demikian dengan Josh, setiap sikapnya selalu positif dan ramah sehingga dia jauh dari masalah. Oleh karena itu, semua orang yang mengenal Josh sangat terkejut ketika mengetahui dia mengalami perampokan dengan luka tembak yang cukup mengerikan. Syukurlah Josh masih sempat dilarikan di rumah sakit.

Ketika operasi telah dilakukan dan Josh sudah dalam tahap pemulihan, teman-temannya menjenguk di ranjang rumah sakitnya. Beberapa orang menanyakan apa yang dirasakannya saat peluru itu bersarang di tubuh Josh dan saat-saat hidupnya bisa berakhir saat itu juga. Josh pun menceritakan dengan senang hati pengalaman buruknya ini, dengan riang.

Awalnya Josh merasa optimis, atau tepatnya meyakinkan dirinya sendiri dengan keras, bahwa dia akan tetap hidup dan luka ini bukan apa-apa. Namun ketika sampai di rumah sakit di mana para perawat dan dokter mengerubutinya, dia bisa mendengar ketegangan di suara dan wajah mereka. Ketakutan mulai menyerang rasa optimis Josh. Untung saja ketika perawat menanyakan apakah dia alergi sesuatu, Josh masih ingat untuk berdiam sejenak dan membuat pilihan, seperti yang biasa dia lakukan. Kemudian dia menjawab ‘Ya’, dan membiarkan para ahli medis yang menanganinya berhenti sejenak untuk mendengarkan apa alergi yang dimiliki Josh.

Secepat kilat Josh memutuskan untuk mencairkan ketegangan ini, maka dia pun menyahut “saya alergi bullet peluru itu!” dengan ekspresi menyenangkan yang masih bisa dia berikan. Meledaklah tawa di ruang medis itu, kemudian Josh melanjutkan, “saya alergi itu, maka cepatlah operasi dan ambil bullet itu karena saya masih ingin hidup”. Bisakah Anda membayangkan jika Josh memilih untuk bersikap apatis atau malah sarkastis pada tim medis itu, mungkin operasinya akan mengalami kegagalan karena ketegangan saat operasi.

Coba perhatikan setiap reaksi kecil dalam hidup Anda, tunda dulu seper sekian detik untuk memutuskan sikap apa yang harus diambil. Membuat diri sendiri dan orang lain bahagia adalah pilihan Anda sendiri, so.. jangan biarkan orang lain memilihkannya untuk Anda.

Baca Juga :