SDN Tunggilis Junjung Hakhak Anak

SDN Tunggilis Junjung Hakhak Anak

SDN Tunggilis Junjung Hakhak Anak

SDN Tunggilis Kota Bogor memberikan kebebasan setiap siswa untuk

mengekspresikan pandangannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Sebab, sekolah di Jalan Pemda, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara itu selalu menjunjung tinggi hak anak sebagai pribadi yang harus didik dengan perasaan dan budi pekerti yang baik.

”Kami selalu memaknai Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai sekolah yang

menjunjung tinggi hak anak didik. Jadi, tidak ada diskriminasi di sekolah ini. Bahkan, kami memaknai SRA arus baik hati dan menarik budi pekertinya atau manis tutur kata dan sikapnya. Inilah yang sedang kami tanamkan kepada warga sekolah,” ujar Kepala SDN Tunggilis, Sukartini.

Tidak itu saja, tambahnya, sekolah mengutamakan situasi sekolah yang aman,

bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin; memenuhi, menghargai hak-hak dan perlindungan siswa dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak wajar lainnya. ”Insya Allah, program menciptakan SRA bisa terwujud dengan baik, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan lancar,” harapnya

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

SD Pertiwi Implementasikan Literasi Sekolah Tiap Hari Siswa Baca Buku Sebelum Belajar

SD Pertiwi Implementasikan Literasi Sekolah Tiap Hari Siswa Baca Buku Sebelum Belajar

SD Pertiwi Implementasikan Literasi Sekolah Tiap Hari Siswa Baca Buku Sebelum Belajar

Program literasi sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diberikan

pada peserta didik. SDN Pertiwi sudah memulai kebiasaan ini setiap hari sebelum mulai belajar. Siswa dianjurkan membaca buku pelajaran dan buku bacaan lain yang ada di pojok kelas masing-masing.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Pertiwi Kota Bogor Oky Cakra

Wijaya Sakti, penyediaan buku di perpustakaan sekolah dilakukan setiap tiga bulan sekali. Semua siswa diminta membawa buku dari rumah ke sekolah yang telah dibacanya, kemudian disimpan di perpustakaan atau ditukar dengan teman sekelasnya.

Oky juga mengatakan, bagian lain dari pendidikan karakter adalah pemberian

hukuman bagi siswa yang terlambat atau berkata kasar, yaitu disuruh menulis bismillah sebanyak 5 kali dan inipun berlaku juga kepada guru yang terlambat. Ke depan, Oky berharap agar implementasi literasi dengan kebiasaan membaca yang telah ditetapkan di sekolah. Bahkan menjadi budaya dalam kehidupan seharihari, baik itu saat di sekolah, di rumah ataupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami berharap lulusan SD Pertiwi dapat menjadi penerus bangsa yang cerdas, arif dan selalu menerapkan sopan santun terhadap sesama,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Jenis – jenis salah nalar

Jenis – jenis salah nalar

Jenis – jenis salah nalar
Û    Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
contoh : Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas. Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.
Û    Generalisasi terlalu luas : Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh : Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati. Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah. Pemilihan terbatas pada dua alternative.
Kesalahan penalaran ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh : Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.
Û    Penyebab Salah Nalar : Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh : Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya. Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
Û    Analogi yang Salah : Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh : Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
Û    Argumentasi Bidik Orang : Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh : Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak.
 
Konsep dan simbol dalam penalaran.
Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen.
Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Macam – Macam Penalaran Deduktif

Macam – Macam Penalaran Deduktif

Macam – Macam Penalaran Deduktif
  1. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

Û    Contoh penalaran deduktif : Semua manusia akan mati. Amin adalah manusia.

Û    Kesimpulan : Jadi, Amin akan mati

  1. Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Û    Contoh : Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari. Pada malam hari tidak ada matahari. Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

  1. Kesalahan Dalam Penalaran.

Kesalahan penalaran dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.

Kesalahan Penalaran ada dua macam:

Û    Kesalahan induktif, berupa :

  1. kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
  2. kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
  3. kesalahan analogi.

Û    Kesalahan deduktif dapat disebabkan :

  1. kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
  2. kesalahan karena adanya term keempat;
  3. kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi;
  4. kesalahan karena adanya 2 premis negatif.

Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar.

Pengertian dan contoh kesalahan penalaran :

Û    Gagasan,pikiran,kepercayaan,simpulan yang salah, keliru, atau cacat.

Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya. Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu.

Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.

Berikut ini kesalahan penalaran yang berhubungan dengan induktif, yaitu :

  1. Generelisasi terlalu luas.

Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang.

  1. Analogi yang salah

Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Definisi penalaran

Definisi penalaran

Definisi penalaran

Penalaran adalah proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif. Perbedaan dasar diantara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif dengan progesi secara logis dari bukti – bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus sementara dengan induktif, dinamika logisnya justru sebaliknya dari bukti – bukti khusus kepada kebenaran atau kesimpulan yang umum.

Penalaran juga dapat diartikan sebagai proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi(consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

  1. Metode Penalaran.

Û    Penalaran Induktif

Penalaran induksi atau induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.

Û    Contoh penalaran induktif : Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Û    Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Macam – Macam Penalaran Induktif :

  1. Generalisasi

Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

Macam – macam generalisasi :

  • Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
  • Generalisasi tidak sempurana adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
  1. Analogi

Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.

Û    Penalaran Deduktif

Penalaran deduksi atau deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif terebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Kepala Kurikulum: Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Kepala Kurikulum: Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Kepala Kurikulum Harus Dibahas dengan Kemendikbud

Rencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuat modul pendidikan reproduksi sebagai bahan belajar di sekolah mendapat respon dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Awaluddin Tjalla mengatakan, rencana itu haruys dibahas serius dengan Kemendikbud. Sebab,buku, bahan, materi pembelajaran yang digunakan di satuan pendidikan perlu dilakukan penilaian oleh Pusat Perbukuan, sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016,”

“Memang perlu dibahas bersama,”kata Awaluddin. Ia pun mempersilakan BKKBN

untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana tersebut. Tapi, dia mengatakan, Kemendikbud juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk ikut dalam pengembangan modul kesehatan reproduksi untuk guru. Sejak 2014, modul tersebut sudah mulai dilatihkan sambil diperbaiki.

Pada 2016, lanjut Awaluddin, modul ini ditinjau lagi untuk melihat kesinambungan materi modul kesehatan reproduksi dengan eksisting kurikulum. Sehingga, guru dapat menggunakannya dengan mudah kalau melihat kesinambungan antara materi kesehatan reproduksi dengan mata pelajaran yang relevan.

Pada 2017 mulai dibuat pemetaan kompetensi dan materi kesehatan reproduksi

secara vertikal, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Berdasarkan pemetaan tersebut, ditemukan beberapa hal, antara lain, materi modul beberapa belum lengkap, sehingga pada 2017 direvisi berdasarkan kelengkapan kebutuhan kompetensi dan materi.

Menurut Awaluddin, materi-materi kesehatan reproduksi juga sudah diterapkan di mata pelajaran yang relevan. Mata pelajaran tersebut adalah IPA untuk SD dan SMP, pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan untuk SD, SMP, SMA, dan pelajaran biologi di SMA.

BKKBN berencana menyiapkan modul untuk pendidikan reproduksi. Modul

tersebut nantinya diberikan ke sekolah-sekolah agar bisa dijadikan bahan pendidikan reproduksi kepada peserta didik. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, saat ini sedang disiapkan materinya.

“Tentu, saya harus menyusun materi yang baik dulu. Dalam waktu dekat, kami juga harus komunikasikan dengan Kementerian Pendidikan,” kata Hasto.

 

Baca Juga :

Disdik Beri Kursus Khusus Pengajar PAUD

Disdik Beri Kursus Khusus Pengajar PAUD

Disdik Beri Kursus Khusus Pengajar PAUD

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memberikan kursus bagi pengajar

Pendidikan Anak Usia DIni (PAUD). Kursus ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Bogor. Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Bogor Teti Heryasih, mengatakan kursus yang saat ini dilaksanakan merupakan bentuk perhatian dari Disdik Kota Bogor agar para pengajar PAUD dapat lebih meningkatkan mutu pendidikannya. ” Sehingga anak usia dini saat memasuki jenjang pendidikan berikutnya mempunyai bekal yang mumpuni.

Ia pun berpesan agar setiap pengajar dapat memanfaatkan kursus ini untuk

mengembangan diri. “Karena kegiatan ini bertujuan agar para pengajar mendapat wawasan dan kompetensi untuk para PTK dan dapat memunculkan bibit unggul di kalangan PAUD dan Kursus.”Ujarnya

Sementara itu menurut Ima salah satu staf penyelenggara kegiatan kursus

mengatakan, kegiatan kursus bagi para pengajar PAUD merupakan kerjasama Disdik Kota Bogor dengan sembilan narasumber. Di antaranya Kemendikbud, PAUD Jabar, Malapraktisi, dan Akademisi bertemakan Peningkatan Kompetensi PTK kursus.

“Harapannya jumlah pesertanya harus meningkat, kalo buat masyarakat ayo ikut kursus, karena kursus juga banyak yang kompeten”, ungkap Ima seraya menambahkan kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari terhitung dari tanggal 22-24 Juli 2019, pukul 08.30 wib hingga pukul 16.00 sore.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GQ6JCYN

MPLS MAN 2 Tawarkan Siswa Jadi Dai Kondang

MPLS MAN 2 Tawarkan Siswa Jadi Dai Kondang

MPLS MAN 2 Tawarkan Siswa Jadi Dai Kondang

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari terakhir di Madarasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor, memang agak berbeda dengan sekolah sekolah lainnya. Salah satu kegiatan MPLS di MAN 2 Kota Bogor itu, adalah kegiatan seni islam yang tergabung dalam ekstrakurikuler Sun3, yang menawarkan siswa siswi baru untuk menjadi da’i kondang.

Menurut Ketua ekstrakurikuler Sun3, Ridwan, Sun3 (Santri-red) merupakan salah

satu kegiatan ekstrakurikuler MAN 2 Kota Bogor, yang bergerak di bidang keagamaan. Menurutnya, kegiatan Sun3 ini sudah banyak melakukan kajian keislaman, berupa kajian kitab kuning, penulisan kaligrafi, kajian tahfidz Quran, belajar tilawah serta latihan pidato atau ceramah yang dikhususkan bagi mereka yang berkeiginan untuk menjadi da’i. “Sun3 MAN 2 Kota Bogor, sudah banyak mencetak da’i muda yang handal dan profesional. Banyak juga da’i yang kini sudah popular di masyarakat dihasilkan dari kegiatan ekstrakurikuler Sun3 MAN 2 ini,”ungkap Ridwan. Menurutnya, para da’i muda ini sering mendapat panggilan untuk mengisi acara ceramah, baik di kampus ataupun di masyarakat. Salah satunya adalah da’i, Rifky Fauzan yang kini duduk di kelas 12 agama. “Sekarang ini dia menanjak populer. Sering mendapat panggilan ceramah, sekarang sedang menanjak populer” kata Ridwan

Ridwan menceritakan dipilihya ekstrakurikuler dengan sebutan Sun3, karena

memiliki beberapa filosofi. “Pertama, Sun artinya Matahari dan 3 (Three) adalah 3, sehingga, kata Sun3 memiliki arti 3 matahari, yakni Iman, Islam dan Ichsan” jelas nya. Selain ektrakurikuler dakwah, ekstrakurikuler keislaman lainya yang ditampilkan di MAN 2 Kota Bogor adalah Asosiasi Seni Islam MAN 2 atau ASIMA. Menurut Aliya Safrida, salah seorang pengurus ASIMA, kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan dakwah seni islam yang disampaikan melalui syair dan alunan lagu dengan iringan musik. “Jadi dakwah yang kita sampaikan melalui alunan lagu itu, akan cepat dapat tercerna oleh para pendengarnya terutama para generasi muda” kata Aliya.

Beberapa kegiatan ASIMA di antaranya program latihan Nasyid, latihan Marawis,

latihan Qidroh serta latihan Tilawah. “Alhamdulilah, kami juga cukup berbangga diri, karena Marawis dan Qidroh MAN 2 Kota Bogor ini, pernah tampil di Istana, menyambut kedatangan tamu Negara, Sultan Brunai Darusalam, bersama presiden Joko Widodo” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3B9QQCH

Pengertian Professional dan Professionalisme

Pengertian Professional dan Professionalisme

Pengertian Professional dan Professionalisme

Adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.  Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang – senang atau untuk mengisi waktu luang.

B. Ciri – Ciri Profesionalisme

Kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata – rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu. Standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

C. Perbedaan Profesi & Profesional :

Profesi :
– Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
– Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
– Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
– Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

Profesional :
– Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
– Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
– Hidup dari situ.
– Bangga akan pekerjaannya.

D.Kode Etik Profesi / Profesionalisme

Adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Kode Etik :
–          Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
–          Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
–          Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
–          Untuk meningkatkan mutu profesi.
–          Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
–          Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
–          Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
–          Menentukan baku standarnya sendiri.

Baca Juga :

Perlunya Cyberlaw

Perlunya Cyberlaw

Perlunya Cyberlaw

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membutuhkan pengaturan hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Sayangnya, hingga saat ini banyak negara belum memiliki perundang-undangan khusus di bidang teknologi informasi, baik dalam aspek pidana maupun perdatanya.

Permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana menjaring berbagai kejahatan komputer dikaitkan dengan ketentuan pidana yang berlaku karena ketentuan pidana yang mengatur tentang kejahatan komputer yang berlaku saat ini masih belum lengkap.

Banyak kasus yang membuktikan bahwa perangkat hukum di bidang TI masih lemah. Seperti contoh, masih belum dilakuinya dokumen elektronik secara tegas sebagai alat bukti oleh KUHP. Hal tersebut dapat dilihat pada UU No8/1981 Pasal 184 ayat 1 bahwa undang-undang ini secara definitif membatasi alat-alat bukti hanya sebagai keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa saja. Demikian juga dengan kejahatan pornografi dalam internet, misalnya KUH Pidana pasal 282 mensyaratkan bahwa unsur pornografi dianggap kejahatan jika dilakukan di tempat umum.

Hingga saat ini, di negara kita ternyata belum ada pasal yang bisa digunakan untuk menjerat penjahat cybercrime. Untuk kasuss carding misalnya, kepolisian baru bisa menjerat pelaku kejahatan komputer dengan pasal 363 soal pencurian karena yang dilakukan tersangka memang mencuri data kartu kredit orang lain.

Perlunya Dukungan Lembaga Khusus

Lembaga-lembaga khusus, baik milik pemerintah maupun NGO (Non Government Organization), diperlukan sebagai upaya penanggulangan kejahatan di internet. Amerika Serikat memiliki komputer Crime and Intellectual Property Section (CCIPS) sebagai sebuah divisi khusus dari U.S. Departement of Justice. Institusi ini memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime. Indonesia sendiri sebenarnya sudah memiliki IDCERT (Indonesia Computer Emergency Rensponse Team). Unit ini merupakan point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah-masalah keamanan komputer.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/