PEPPERMINT, Metode Belajar Mandiri Berbasis Teknologi

PEPPERMINT, Metode Belajar Mandiri Berbasis Teknologi

PEPPERMINT, Metode Belajar Mandiri Berbasis Teknologi

Dunia industri, seiring berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi, selalu mengalami perkembangan yang pesat. Guna menciptakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang unggul dan siap untuk terjun di dunia kerja, guru dituntun memiliki startegi pembelajaran yang inovatif guna tercapainya lulusan yang berdaya saing di dunia industri.

Berangkat dari sana, salah satu Guru SMKN 1 Cimahi, Rudi Haryadi melakukan terobosan metode pembelajaran. Pengampu di jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) ini mengenalkan metode PEPPERMINT, metode belajar mandiri berbasis teknologi. Lewat inovasi ini pula, Rudi diganjar Juara Satu Seleksi Guru SMK Berprestasi  Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 setelah best practice-nya yang berjudul “Pembentukan Keterampilan Kerja Melalui Model PEPPERMINT pada Pembelajaran Mail Server di SMKN 1 Cimahi” menjadi yang terbaik dan akan mewakili Jawa barat di tingkat Nasional pada 12 Agustus 2018 mendatang.

Rudi menjelaskan, PEPPERMINT merupakan proses tahapan metode pembelajaran yang ia terapkan di Sekolah. PEPPERMINT adalah akronim dari Plan (perencanaan), Explore (pencarian), Practice (pengerjaan), Perform (penyajian), Enquiry (pencarian) dan Reflect (evaluasi). Sedangkan Memorize (penghafalan) dan INT (Internet, sebagai sumber pembelajaran) adalah komponen lainnya yang menunjang proses pembelajaran.

Dalam metode ini pula, Rudi memberi role-play,atau  pengarahan kepada siswanya agar memposisikan dirinya sudah dan sedang berada di dunia industri dengan penyampaikan skenario kerja. Sehingga, pelajaran yang dipelajari saat ini, manfaat dan kegunaannya bisa langsung dirasakan saat ini pula. “Biasanya di sekolah kita kalau praktek, baru mengetahui manfaatnya satu atau dua tahun kemudian. Lewat metode ini, siswa bisa langsung merasakan kegunaan praktek tersebut karena telah diberikan role-play,” papar guru kelahiran Garut tersebut.

Pertahap

Dalam tahap Plan, siswa diberi pengaharan untuk membuat skenario kerja dan durasi pengerjaannya, penentuan kompenen kerja serta rencana prosedur kerja. Kemudian, ditahap Explore, siswa menentukan kajian berdasarkan KWLS, yaitu Know, apa yang diketahui. Want, apa yang ingin diketahui. Learn, hal yang sudah dipelajari dan Study, merupakan hasil pembelajaran.

 Selanjutnya, dilangkah Partice, siswa mulai melakukan kegiatan praktikum yang

meliputi rancangan kerja, prosedur dan pengujian serta simpulan  hasil praktikum. Kemudian ditahap Perform, siswa sudah mulai menyajikan hasil skenario kerjanya dalam bentuk dokumen yang selanjutnya di paparkan dan didiskusikan bersama siswa lainnya di proses Enquiry. Dan tahap Reflect, adalah proses umpan balik para siswa dengan skenario kerja yang dikerjakan masing-masing sehingga adanya tukar pendapat yang terjadi diantara siswa.

Enam proses ini pula lah yang menurut Rudi tepat untuk menciptakan keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 berupa empat C, yaitu Komunikasi, Kolaboratif, Kritis dalam Berpikir dan Kreatif.

Terinsiprasi

Rudi mengisahkan, inspirasinya dalam memadukan metode pembelajaran ini

terisnpirasi saat melakukan pelatihan Pedagogis di Institute of Technical Education Singapura pada Januari 2013 silam. Disana, ITE Singapura tidak secara menerapkan secara gamblang metode belajar seperti ini dan sususannya pun hanya terdiri dari PEPP, karena ER nya hanya tersirat. “Dari sana saya kembangkan dan kolaborasikan dengan model pembelajaran di Indonesia, dan pada 2015, terciptalah proyek PEPPER yang berbasis e-learning,” tambahnya.

Dan penambahan Memorize adalah salah satu cara Rudi menggalakan semangat

Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan penggunaan internet (INT), tidak bisa tidak, wajib dilibatkan dalam proses pembelajaran di era saat ini. Dan dengan penggunaan internet, proses pembalajaran pun tak hanya mengandalkan tatap muka di kelas, para siswa bisa melakukan pembelajaran lewat ponsel piontar yang mereka miliki. “Jadi, dengan metode ini, kalau pegang ponsel, siswa akan dipaksa buka materi pelajaran,” pungkas Rudi.***

 

Baca Juga :