Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Permasalahan yang Berhubungan dengan Perairan Darat

Dalam kehidupan sehari-hari, cukup banyak ditemukan permasalahan yang berhubungan dengan perairan darat. Permasalahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kualitas air saja, namun juga berkaitan dengan kuantitas air. Berikut ini adalah contoh permasalahan tentang perairan darat yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1.    Cone of Depression(Kerucut Penurunan Permukaan Air Tanah)

Cone of depression adalah fenomena penurunan permukaan air tanah akibat kegiatan penggunaan air tanah secara berlebihan di suatu daerah. Akibat dari tindakan ini adalah keringnya sungai dan mata air saat musim kemarau. Akibatnya, diperlukan biaya dan tenaga ekstra untuk memperdalam sumur masyarakat.

  1.    Intrusi Air Laut

Intrusi air laut merupakan dampak lanjutan dari cone of depression yang biasanya terjadi di daerah pesisir. Akibat cone of depression, zona pertemuan antara air laut dan air tanah (interface) menjadi lebih menjorok ke daratan sehingga air tawar sulit diperoleh di daerah pesisir. Intrusi air laut terjadi di berbagai kota besar yang terletak di pesisir.

  1.    Land Subsidence(Penurunan Permukaan Tanah)

Penurunan permukaan tanah terjadi akibat kegiatan eksploitasi air tanah secara besar-besaran. Air tanah mengisi pori-pori tanah dan batuan, apabila terjadi eksploitasi secara besar-besaran, maka akan terjadi penurunan (ambles). Fenomena land subsidence yang sangat besar terjadi di Virginia, Amerika Serikat pada rentang tahun 1925 – 1977. Selama rentang waktu tersebut terjadi penurunan permukaan lebih dari 10 meter. Di Indonesia fenomena penurunan permukaan tanah terjadi di Jakarta dan Semarang dengan penurunan kurang dari 2 cm/tahun.

  1.    Pencemaran Air

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat-zat berbahaya tertentu ke dalam tubuh air melebihi batas persyaratan kesehatan. Pencemaran dapat berasal dari limbah rumah tangga, limbah industri, penggunaan pestisida, sampah, aktivitas pertambangan, hujan asam, dan intrusi air asin.


Sumber:

https://kelasips.co.id/