Surat Larangan Orangtua Pidanakan Guru, Ini Tanggapan Netizen

Surat Larangan Orangtua Pidanakan Guru, Ini Tanggapan Netizen

Surat Larangan Orangtua Pidanakan Guru, Ini Tanggapan Netizen

Di media sosial Facebook kini beredar surat pernyataan SMP Negeri 6 Mataram, Kota Makasar yang menghebohkan netizen. Dalam surat itu, semua calon siswa baru diminta membuat pernyataan tidak akan menuntut jika guru menghukum siswanya. Surat tersebut diposting oleh akun Facebook Cakra Virajati.

“Nah. Coba komentar netizen kayak apa kalo ada sekolah yang begini… Pak anies

baswedan juga boleh komen… Atau dirjen pendidikan menengah… Atau komnas anak juga boleh…,” tulis Cakra di akunnya.

Dalam surat yang diposting Cakra, pihak sekolah melarang orangtua melapor polisi jika siswa dicubit sampai merah/biru karena terlambat, dipotong rambutnya karena gondrong, dijemur di lapangan upacara karena tidak mengerjakan tugas, disuruh push up karena berisik di kelas, dijewer karena pakaian tidak rapi, dan hukuman lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan.

Dalam surat pernyataan itu, orang tua/wali juga tidak berhak melaporkan kepada

pihak yang berwajib apabila terjadi tindakan karena tidak disiplin, lalai, susah diatur dan meresahkan lingkungan sekolah/guru atau murid lainnya. Munculnya surat itu diduga sebagai respon atas maraknya pelaporan terhadap guru oleh orang tua murid.

Membaca surat itu, beragam tanggapan dilontarkan para netizen di akun ini. Ada

yang mendukung, ada pula yang menolak kebijakan yang dibuat sekolah. “Salah satu bentuk langkah melindungi tenaga pendidik. Pake materai sekalian Kalo gak mau silahkan ke swasta,” tulis Lalu Khuznul Muntazi.

“Tapi memang harus begini sekarang, saya setuju… ini bt melindungi guru2 dan supaya anak murid tidak berbuat macam2… jamannya sudah berubah tidak seperti dulu kita, sekarang kebanyakan murid2 tidak hormat lagi ke gurunya,” tulis Afra Humaira Hamzar.

“Sy jg alumni smp 6 mataram dn sy jg seorang guru tpi memang seharusnya semua sekolah sperti ini terlepas dri imej sekolah masing2.. Sudah terlalu byk kasus yg terjadi,” tulis Istie Azizah.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/