Technical Metrics for Software

Technical Metrics for Software

Technical Metrics for Software

Technical Metrics for Software
Technical Metrics for Software

Elemen kunci dari dari setiap proses rekayasa adalah pengukuran. Pengukuran digunakan untuk memahami atribut dari model yang kita ciptakan. Rekayasa perangkat lunak tidak didasarkan pada hukum fisik kuantitatif dasar seperti pengukuran-pengukuran absolute, erkayasa pereangkat lunak berusaha untuk menarik serangkaian pengukuran tak langsung yang membawa kepada metric yagn memberikan indikasi mengenai kualitas berbagai representasi perangkat lunak. Karena pengukuran and metric perangkat lunak tidaklah absolut maka keduanya sangat terbuka untuk diprdebatkan.

A. KUALITAS PERANGKAT LUNAK

1. Persyaratan perangkat lunak adalah dasar di mana kuailtas diukur. Kurangnya penyesuaian ke persyaratan berarti urangnya kualitas. Kualitas perangkat lunak termasuk pada atribut teknis model kode, analisis, dan desain. Model yagn memeperlihatkan kualitas yagn tinggi (di dalam hal teknis) akan membawa perangkat lunak yang memperlihatkan kualitas perangkat lunak yang tinggi dari titik pandang pelanggan.
2. Standar yang dispesifikasikan menentukan serangkaian kriteria pengembangan yang menuntun cara di mana perangkat lunak dierkayasa. Bila kriteria itu tidak dipenuhi maka kurangnya kuailtas akan terjadi.
3. Ada serangkaian persyaratan implisit yang sering tidak dicantumkan (ex. Maintainbilitas yang bagus). Bila perangkat lunak menyesuaikan dengan persyaratan eksplisit tetapi gagal dalam memenuhi persyaratan implisit maka kuaitas perangkat lunak itu perlu dicurigai.

B. KERANGKA KERJA UNTUK METRIK PERANGKAT LUNAK

1. Tantangan Metrik Teknis

Pengukuran perangkat lunak degnan metrik tunggal diharapkan dapat memberian pengukuran yang komprehensif terhadap kompleksitas perangkat lunak, akan tetapi meskipun ada banyak pengukuran kompleksitas yagn telah dibentuk selama ini masing – masing memberikan pandangan yang berbeda mengenai apa itu kompleksitas dan atribut-atribut system yagn menyebabkan kompleksitas.
Ada suatu kebutuhan yagn mengukur dan mengontrol kompleksitas perangkat lunak, dan ketika metric tunggal dari “metric kualitas” sulit ditemukan maka harus dimungkinkan untuk mengembangkan pengukuran terhadap atribut program internal yagn berbeda (misalnya modularitas, efektif, indepedensi fungsional dan atribut-atribut lain yag dibahas pada bab 13). Pengukuran – pengukuran dan metric yagn ditarik dapat sebagai indicator independent dari kualitas model desain dan analisis.
Menjadi tantangan juga bahwa sebenarnya seberapa valid metric perangkat lunak (metric taknis) kualitas dan produk eksternalnya jagnaka panjang dari system berbasi computer?
Masng-masing dari tantangan tersebut adala suatu penyebab untuk peringatan tetapi bukan alasan untuk meninggalkan metrik teknis, artinya.

Baca Juga :