Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Demi menghilangkan imej sekolah ‘terpinggirkan’ oleh penilaian masyarakat,

sejumlah terobosan pun dilakukan oleh SMP PGRI Kota Dumai ini. Sebab selama ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Kesuma, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau sebagai alternatif terakhir bagi para orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka. Dikarenakan nilai yang didapat usai ujian akhir sekolah (UAS) tingkat sekolah dasar (SD) tak memenuhi untuk mendapatkan sekolah negeri favorit.

Hal itu disampaikan Kepala SMP PGRI Kota Dumai, Ir Iswanto kepada MKK News Groups, Senin (30/1/2017) siang di ruang kerjanya. Ia mengungkapkan, sejumlah item pembinaan pun dilakukan pihaknya.

Di antaranya program kedisiplinan dan penambahan jam belajar. Untuk

kedisiplinan, pihaknya memberlakukan 43 poin peraturan beserta sanksi kepada pelajar sekolah beserta seluruh tenaga pendidik dan karyawan sekolah.

Lalu menambah jam belajar dengan sistem full day school sesuai program yang tengah digebrak oleh Pemerintah Pusat. Is sapaan pria berusia 52 tahun ini, telah bekerjasama dengan salah satu tempat bimbingan belajar (bimbel) Smart Education, dimana para pelajar setelah menyelesaikan jam belajarnya dari pukul 7.15 WIB hingga 14.15 WIB, lalu dilanjutkan dengan penambahan jam terobosan hingga pukul 15.15 WIB bagi kelas VII dan VIII setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis.

“Untuk kelas IX, kita berlakukan dari hari Senin hingga Jumat. Khusus Jumat,

mereka pulang dulu baru melanjutkan di pukul 14.15 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Tujuannya untuk mempermudah pelajar menghadapi UN (ujian nasional) nanti, sehingga anak kita bisa diterima di sekolah negeri favorit,”terang Is yang menggawangi SMP PGRI Dumai ini sejak 2015 silam. “Tentunya mengantisipasi si anak (pelajar) tidak keluyuran lagi khususnya ke warnet (warung internet) usai pulang sekolah dan kenakalan remaja,”sebut dia.

Kedua, meningkatkan karakter, dengan mengadakan ekstrakulikuler (ekskul) di bidang keagamaan. “Untuk umat muslim kita gelar rohis (rohani Islam) termasuk non muslim yang dibimbing oleh guru agama masing – masing setiap Jumat,”kata mantan guru mata pelajaran Elektro di SMP YKPP Dumai itu.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/NORoL0c1gC57kE8