Unidar Wisudakan 314 Wisudawan

Unidar Wisudakan 314 Wisudawan

Unidar Wisudakan 314 Wisudawan

Universitas Darusalam (Unidar) Ambon mewisudakan 314 Wisudawan Periode Ke II 2015 yang berlangsung di kampus Unidar, Tulehu, Sabtu (31/10).

Wisudawan yang terbagi atas pasca sarjana berjumlah 310 wisudawan dan 4 wisudawan Diploma III pada Fakultas Ekonomi, Pertanian, Teknik, Ilmu Sosial, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hukum serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Rektor Unidar dalam sambutannya mengharapkan para wisudawan yang diwisudakan berguna bagi bangsa dan negara dalam pengabdian di masyarakat.

“saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang diwisudakan hari ini, semoga menjadi sarjana yang berguna bagi bangsa dan segara dalam pengabdian di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, wisuda dilaksanakan legal dan tidak melanggar aturan satupun yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Terkait dengan PDPT, Rektor berjanji, dalam waktu dekat pihaknya akan

berkoordinasi dengan Kopertis untuk segera membuka karena hal ini merupakan janji Kopertis dihadapannya bersama wakil rektor beberapa waktu lalu.

Wakil ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat H. Slamet Effendy Yusuf, M.Si. dalam sambutannya berharap konflik internal yang terjadi di Unidar bisa terselesaikan dengan cepat dan tanpa campur tangan dari pihak lain dan menurutnya semua keputusan di serahkan kepada pengadilan.

“Kita harapkan konflik ini segera diakhiri, karena ini sudah masuk pengadilan maka

kita tunggu keputusan pengadilan, tetapi kita harapkan apapun keputusannya jangan sampai memperlemah lembaga pendidikan ini oleh karena itu harapkan para pejabat jangan ikut campur tangan, serahkan sepenuhnya kepada pengadilan,” ucapnya.

Nahdlatul Ulama, tambah Yusuf, punya perhatian terhadap ini, karena itu Nahdlatul Ulama telah menugaskan kepada ketua perguruan tinggi PBNU yang kebetulan menteri pendidikan tinggi untuk bisa membantu menyelesaikan.

Lebih lanjut dikatakan, Pengadilan pasti akan bertindak objektif dan yang lebih

penting lagi, perguruan tinggi ini harus tetap eksis dan tetap hidup.

“Kami dari PBNU akan membantu perkembangannya apabila konflik telah selesai untuk menjadikan sebagai perguruan tinggi yang secara Nasional terakui bahkan mempunyai kerjasama internasional,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://vhost.id/sejarah-singkat-walisongo/