Menulis, Cara Guru Profesional Dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan

Menulis, Cara Guru Profesional Dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan

Menulis, Cara Guru Profesional Dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan

 

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi dan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, diperlukan suatu sistem pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram, berkelanjutan, dan proporsional.

Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) merupakan salahsatu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional.

Demikian disampaikan Cucu Agus Hidayat, usai menerima kunjungan tim penilai penilaian kinerja kepala sekolah di SMP Negeri 3 Tegalwaru Purwakarta, 26 Oktober 2017.

“Diantara wujud nyata PKB itu adalah guru membuat karya tulis ilmiah yang

dipublikasikan. Karya tulis tersebut dapat berupa penelitian tindakan kelas, pengembangan atau penemuan metode baru pengajaran, dan pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga. Sementara publikasi ilmiah adalah penyebarluasan hasil karya tulis ilmiah pada jurnal atau media lainnya,” tutur Kepala SMPN 3 Tegalwaru tersebut.

Sebagai guru profesional, Cucu berusaha memberikan contoh kepada rekan-rekannya dengan menyusun buku bersama teman se-profesinya, Rikrik Halimatussadiah, M.Pd (Kepala SMPN 5 Purwakarta, red.) dengan judul “Cara Gampang Menulis Artikel Jurnal Ilmiah”.

“Saya bersama bu Rikrik mencoba membuat buku praktis yang diharapkan dapat

membantu rekan-rekan guru lainnya dalam menulis karya tulis ilmiah sebagai bagian dari PKB.” imbuhnya.

Cucu memberikan kenang-kenangan buku karyanya tersebut kepada tim penilai penilaian kinerja kepala sekolah.

Ahmad Arif Imamulhaq, salah seorang tim penilai dari unsur Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengapresiasi positif terkait penyusunan buku tersebut.

“Saya kira kita patut memberikan apresiasi atas karya ini. Pa Cucu di sela-sela

kesibukannya sebagai guru dan kepala sekolah masih menyempatkan diri menulis buku. Dan, buku yang dibuatnya bersama bu Rikrik ini sangat bermanfaat bagi rekan-rekan guru lainnya karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan profesi guru,” ujar Sekretaris Dewan Pendidikan ini.

“Dan, saya kira menulis bagi guru profesional merupakan salahsatu cara terbaiknya meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkas Arif.

Baca Juga :

Dirut PD Kebersihan Raih Gelar Doktor dari UNPAD

Dirut PD Kebersihan Raih Gelar Doktor dari UNPAD

Dirut PD Kebersihan Raih Gelar Doktor dari UNPAD

Dirut PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin meraih gelar Doktor. Ia menyampaikan disertasinya membahas kemenangan strategi politik RK-Oded dalam pilkada 2013.

Sebelum meraih gelar doktor, Deni mempersentasikan hasil disertasinya dengan

judul, Strategi Pemenangan Politik Dalam Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) dengan studi Kasus (Kemenangan Ridwan Kamil – Oded M. Danial Pada Pilkada Kota Bandung tahun 2013), yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Acara tersebut digelar di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fisip UNPAD, jalan Dipatiukur Kota Bandung, Jumat (20/10).

“Saya coba meneliti kejadian 2013, itu merupakan pasangan muda dan secara

finansial tidak mengeluarkan secara besar modal untuk Pilkada,” tutur Deni.

Ditambahkan Deni, setelah saya teliti hasil riset membuktikan bahwa pasangan RK-Oded kunci suksesnya yaitu tim yang bagus.

“Tentunya bahwa satu kuncinya yaitu ada tim yang bagus yaitu efektif dan efisien.

Kemenangan tersebut tidak luput dari kerja keras tim dengan menggunakan media sosial dan prinsip syariah Islam. Intinya strategi kerja tim dan door to door itu menjadi hal penting untuk kemenangan pasangan calon dalam pilkada,” demikian Den

 

Sumber :

https://classicairsoft.org/inilah-manfaat-gaya-gravitasi-bumi-bagi-kehidupan/

Sekolah Terbuka dan Peningkatan Angka Partisipasi Sekolah Menengah

Sekolah Terbuka dan Peningkatan Angka Partisipasi Sekolah Menengah

Sekolah Terbuka dan Peningkatan Angka Partisipasi Sekolah Menengah

Kepala Bidang Pendidikan Khusus (PK) Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadang Rachman mengatakan, Sekolah Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh bisa menjadi solusi terhadap peningkatan masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah (SM) yang baru mencapai 76,62 persen.

Menurutnya, secara nasional, APK Sekolah Menengah Jawa Barat berada di posisi kedua dari bawah setelah Provinsi Papua.

“SMA Terbuka merupakan salah satu alternatif layanan yang berfungsi untuk

menampung tamatan SMP/MTs dan atau sederajat, karena mengalami berbagai kendala sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke SMA,” ujarnya dalam Sosialisasi Pendidikan Keluarga di SLB Negeri Purwakarta, baru-baru ini.

Kendala tersebut, sambungnya, antara lain disebabkan kondisi letak geografis, daerah terpencil, sosial ekonomi yang lemah, kesulitan transportasi, atau terbatasnya waktu karena harus membantu orangtua bekerja, atau bekerja sendiri mencari nafkah untuk mencukupi keperluan hidupnya, dan lainnya.

“Model SMA Terbuka dalam penyelenggaraannya bergabung atau menginduk ke SMA yang ada atau disebut sekolah induk. Bentuk pendidikan formal SMA Terbuka berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri,” ujarnya.

Siswa SMA Terbuka, kata dia, metode pembelajarannya menggunakan tiga cara,

yaitu belajar mandiri dengan menggunakan modul berbasis Teknologi Informasi dan Komunikas (TIK), modul cetak dan belajar tatap muka dengan Guru Pembina/Guru Bina dari sekolah induk, serta belajar tatap muka dan belajar menggunakan modul berbasis TIK.

“Ada pun tempat belajar yang digunakan bisa di SMA sebagai sekolah induknya, SMP, Kelurahan, Kecamatan, Pesantren, dan tempat lainnya yang lokasinya dekat dengan peserta didik. Guru dari sekolah induk, atau tutor yang mendampingi peserta didik akan datang dua kali setiap minggunya,” kata Dadang.

Dadang juga menambahkan, program SMA Terbuka ini artinya semua bisa sekolah sesuai dengan haknya mendapatkan pendidikan. “Kalau SMA Terbuka berhasil maka tingkat APK SM akan meningkat. Dan ijazah yang akan diterima sama dengan sekolah induknya,” ucapnya.

 

Sumber :

https://baricentrale.net/fungsi-keringat-bagi-tubuh-manusia/

Menkominfo Ajak APJII Kaji Industri Internet Indonesia

Menkominfo Ajak APJII Kaji Industri Internet Indonesia

Menkominfo Ajak APJII Kaji Industri Internet Indonesia

Medan, Kominfo– Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama menyusun kajian mengenai industri internet di Indonesia agar dapat tumbuh sehat. Salah satunya, dengan memperhatikan isu Data Free Flow with Trust (DTTF). 

“Saya mengimbau APJII untuk mengadress isu mengenai DTTF. Dengan prasyarat yang perlu disesuaikan dengan konteks yang tidak sama dengan G20 sebagai  penggagas isu tersebut di The G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy,” jelas Rudiantara di depan peserta Rakernas APJII Tahun 2019 di Hotel Santika Premier Dyandra, Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/06/2019).

Menurut Menteri Rudiantara saat ini Indonesia tergolong negara besar. Data rata-rata pengguna internet internasional mencapai 60%. Bahkan, Indonesia melampaui rata-rata tersebut yaitu 65%. “Negara-negara berpenduduk besar dapat mengarahkan standar internasional karena kekuatan pasar negara tersebut. Penduduk yang besar berarti pasar yang besar, pasar yang besar berarti data yang besar. Indonesia adalah negara besar hanya jika kita berpikir besar,” tuturnya. 

Menteri Kominfo menyatakan keyakinannya Indonesia sebagai negara besar dan  memiliki kekuatan besar di sektor telekomunikasi. “Data is new oil. Saat ini Indonesia sudah menjadi anggota G20, dan ditargetkan 2030 menjadi G7, pada tahun 2050, Indonesia akan masuk menjadi negara G5,” tandasnya.

Namun, Menteri Rudiantara mengakui, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dan lebih sulit dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain dalam sektor teleomunikasi. “Negara-Negara ASEAN relatif lebih banyak daratan, dan bukan negara kepulauan seperti Indonesia. Persoalan terkait backbone, transmisi dan akses harus terus diselesaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Menteri Kominfo berharap industri telekomunikasi di Indonesia bisa semakin sehat, mampu menciptakan ebitda dan laba yang tinggi. Dan perusahaan-perusahaan lain juga dapat tumbuh dan berkompetisi dengan memanfaatkan infrastruktur bersama.

“Infrastruktur bersama umumnya dimiliki oleh perusahaan besar. Karena it takes two to tango. Hal ini penting untuk memastikan penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin besar. Apalagi kecenderungan saat ini aplikasi semakin mengkonsumsi bandwidth. Hal itu tidak dapat dicegah karena tuntutan permintaan (demand), namun dapat diatasi salah satunya dengan teknologi kompresi. Saat ini ada startup yang sedang mengembangkan teknologi tersebut,” jelas Rudiantara.

Bahkan Menteri Kominfo mengajak APJII merumuskan bagaimana peran pemerintah untuk mengakselerasi kondisi tersebut. “Mumpung ballpoint saya masih ada selama 4 bulan, apa yang bisa kita percepat, ayo kita percepat,” tandasnya.

Artikel terkait :

Pengertian Ekonomi Inklusif Dan Penjelasannya

Pengertian Ekonomi Inklusif Dan Penjelasannya

Ekonomi Inklusif

Ekonomi Inklusif

Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, banyak yang terjebak dalam ekonomi ekslusif yaitu keinginan untuk mengejar taraf perekonomian negara-negara maju dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama dengan memacu pertumbuhan ekonomi sektor sekunder (industri manufaktur) dan tersier (industri jasa). Kedua sektor tersebut memberikan kontribusi yang tinggi dalam pertumbuhan ekonomi tetapi hanya menyerap sedikit tenaga kerja. Disisi lain yakni di sektor primer, terutama sektor pertanian, kurang mendapatkan perhatian padahal sektor tersebut banyak sekali menyerap tenaga kerja. Akibatnya terjadilah ketimpangan pendapatan antar penduduk yang bekerja pada sektor pertanian dengan sektor manufaktur dan jasa.

Pertumbuhan ekonomi dari BPS

Hal ini terbukti dengan data pertumbuhan ekonomi dari BPS pada tahun 2011 sebesar 6,2% menjadi 5,0%  pada tahun 2016, sedang Indeks Gini tetap berada pada kisaran 0,41 sampai dengan awal tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi tidak secara otomatis mereduksi ketimpangan ekonomi sosial. Demikian juga apabila dilihat dari konstribusi pertumbuhan ekonomi juga masih menunjukkan adanya ketimpangan. Kontribusi PDB Jawa dan Sumatera sebesar 80,4% (2016) sedangkan wilayah lainnya yaitu Kalimantan (7,7%), Sulawesi (6,2%), Papua (2,5%) dan Bali Nusa Tenggara (3,5%). Dari data tersebut tampak sekali adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun namun kondisi tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kesenjangan kekayaan antarpenduduk, peningkatan Indeks Gini dan pengurangan kesenjangan antar wilayah. Dampak dari kondisi tersebut masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin tertinggal jauh oleh masyarakat kelas menengah dan atas.

Menurut Prof. Roemer, tingginya ketimpangan (ataupun tren perubahannya) dalam masyarakat dapat disebabkan oleh: 1). Ketimpangan dalam usaha,  kerja keras, dan talent individu; 2). Ketimpangan dalam opportunity (kesempatan); dan 3). Kebijakan.  Berdasarkan pernyataan diatas perlu digaris bawahi bahwa upaya mengatasi ketimpangan lebih diutamakan untuk mengatasi ketimpangan kesempatan dalam berusaha, bukan mengatasi ketimpangan dalam memperoleh pendapatan (outcome) dan konsumsi.

Ekonomi Indonesia

Pemerintah sejatinya telah mengusahakan agar ekonomi Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi kuantitas, namun juga dari sisi kualitas. Pertumbuhan ekonomi yang ekspansif diharapkan menjadi pendorong pembangunan inklusif yaitu pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Presiden RI ke 6 dalam Regional Meeting and Stakedolder Consultation on the Post-2015 De velopment Agenda yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali Desember 2012 yang lalu, menyampaikan pendapat bahwa Indonesia dan negara-negara lain harus menjalankan ‘Pembangunan Inklusif’ agar dunia berhasil dalam mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan global. Beliau juga menyebutkan bahwa pembangunan inklusif adalah pembangunan yang berkualitas, yaitu pembangunan yang memperhitungkan pertumbuhan (pro-growth), penyerapan tenaga kerja (pro-job), mengurangi kemiskinan (pro-poor) dan memperhatikan lingkungan (pro-environment).

 

Sumber:  https://pelajaranips.co.id/

Cara Menanam Sawi di Pot

Cara Menanam Sawi di Pot

Cara Menanam Sawi di Pot

Menanam sayur di pekarangan rumah yang sempit mungkin akan menjadi bahan tawa anda sebelumnya. Namun ketika anda telah membaca artikel berikut ini baik – baik maka saya pun berharap anda menghilangkan pemikiran tentang penanaman sayur di pekarangan rumah yang anda anggap mustahil tersebut. Ya kali ini saya memang akan memberikan informasi kepada anda tentang cara penanaman sayuran di pekarangan rumah menggunakan pot. Lebih khusus lagi yang akan saya bahas disini adalah tentang sawi.  Anda sudah tidak asing lagi dengannya bukan? Ya, karena sawi memang merupakan salah satu sayuran favorit ibu- ibu karena sayuran ini bisa dikatakan fleksibel dan dapat dengan mudah di padu padankan dengan bahan makanan yang lainnya. Namun alangkah lebih menyenangkan lagi jika sayuran ini anda petik langsung dari supermarket mini yang ada di teras anda.

Sekilas tentang sawi penanaman sawi ini dapat anda lakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah sehingga dengan sayuran yang seperti ini dapat mudah sekali untuk anda budidayakan di rumah anda. Seperti langkah – langkah berikut ini:

1. Langkah pertama adalah dengan membeli benih sawi di toko pertanian. Ataupun anda juga bisa membeli benih yang telah siap tanam di tempat penyemaian benih di daerah anda.
2. Lalu anda siapkan media tanamnya. Ambil wadah atau pot yang nantinya akan anda jadikan sebagai tempat penanaman sawi. Kemudian isi dengan tanah yang gembur dan subur, lebih baik lagi jika anda mencampurnya dengan pupuk kandang.
3. Setelah itu tanam bibit sawi yang telah anda siapkan sebanyak hingga lima bibit sawi pada setiap polybag yang memiliki diameter 15 cm.
4. Penanaman sawi telah selesai selanjutnya anda tinggal melakukan perawatan dengan cara melakukan penyiraman secara rutin pada sore hari dan juga jangan sampai lupa memberikan pupuk kompos pada setiap minggunya. Agar tanaman sawi anda semakin tumbuh subur.
5. Setelah tanaman telah memasuki usia 2 bulan sejak penanaman maka anda dapat melakukan pemanenan. Dan ini dapat anda lakukan dengan sesuka anda boleh dengan mencabut keseluruhan atau dengan menyisakan akarnya. Tapi untuk menjaga persediaan maka sebaiknya anda melakukan penanaman selang seminggu sekali pada pot atau polybag yang anda miliki.

Demikianlah cara menanam sawi pada pot atau polybag , semoga memberikan manfaat bagi anda.

Sumber : https://lahan.co.id/

Alasan Mahalnya Mendaki Puncak Carstensz

Alasan Mahalnya Mendaki Puncak Carstensz

Alasan Mahalnya Mendaki Puncak Carstensz

Butuh puluhan juta Rupiah untuk

mendaki Puncak Carstensz di Papua, satu dari tujuh puncak tertinggi di tujuh benua. Mengapa bisa sebegitu mahalnya? Berikut penjelasannya.

Rata-rata operator tur pendakian di Indonesia, menawarkan harga sampai Rp 50 juta untuk mendaki Puncak Carstensz. Sedangkan operator tur pendakian di luar negeri bisa sampai 27 ribu Dollar (setara Rp 377 juta). Harga yang bikin geleng-geleng kepala.

Mengapa ke Carstensz mahal

itu karena ke sana susah. Belum ada transportasi, konektivitas jalan dan harga barang di sana mahal-mahal,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015, Maximus Tipagau kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Maximus menjabarkan, tiket pesawat dari Jakarta ke Timika saja seharga Rp 3 juta untuk sekali jalan. Lalu, lanjut lagi naik pesawat dari Timika ke Sugapa seharga Rp 3 juta yang juga sekali jalan.

Pesawat dari Sugapa ke Timika (Afif/detikTravel)

“Dari Sugapa, ke Soangama naik ojek Rp 300 ribu. Belum lagi, biaya angkut logistik dengan sewa pesawat (perintis) harganya Rp 35 juta sekali jalan,” tambah Maximus yang juga selaku pemilik operator pendakian Adventure Carstensz.

Harga logistik sendiri

di Sugapa yang merupakan salah satu desa terdekat dan sudah berkembang, cukup mahal. Satu botol air mineral saja yang 600 liter kalau di Jakarta hanya Rp 5.000-an, di Sugapa bisa Rp 25.000!

“Ya itu tadi, karena belum ada konektivitas, belum ada jalan raya makanya harganya mahal,” ucap Maximus.

Terakhir, adalah biaya sewa porter seharga Rp 7 juta untuk pendakian. Mungkin pendaki menganggapnya mahal tapi tidak untuk para porternya sendiri. Uang segitu, hanya cukup membiayai hidup mereka sehari-hari karena harga barang-barang di desanya mahal-mahal.

Maximus pun menawarkan, Adventure Carstensz yang dikelolanya dapat memberi harga Rp 34 juta untuk pendakian ke Puncak Carstensz. Dengan syarat, harus 10 orang pendaki namun asyiknya bebas untuk kapan saja waktu pendakiannya.

“Saya jual ke turis luar negeri, USD 10 ribu (Rp 139 juta-red). Saya berani murah jual ke dalam negeri dan nggak dapat untung, karena kalau terlalu mahal nanti tidak ada yang mendaki. Sayang dong, orang Indonesia masa nggak bisa naik ke Puncak Carstensz di negaranya sendiri,” pungkasnya.

Baca Artikel Lainnya:

Tahap-Tahap Audit Manajemen Menurut Ahli

Tahap-Tahap Audit Manajemen Menurut Ahli

Tahap-Tahap Audit Manajemen Menurut Ahli

A. Menurut Hamilton (1986:5)

Definisi ruang lingkup pekerjaan Management audit bisa dilakukan dalam lingkup yang umum dan audit akan meliputi suatu penilaian terinci atas tiap-tiap aspek operasional organisasi. Management audit juga bisa dilakukan atas suatu masalah tertentu untuk mencari bukti-bukti yang menjadi penyebabnya serta merekomendasikan tindakan koreksi tertentu.
Perencanaan, persiapan dan organisasi Ketika suatu lingkup pekerjaan sudah ditentukan, tim audit akan membuat suatu tindakan perencanaan atas pelaksaanaan pekerjaan. Perencanaan meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan dan estimasi waktu yang diperlukan untuk mencapai setiap tahap pekerjaan. Tiap sumber bukti yang berkaitan dengan area yang diperiksa harus dianalisa secara mendalam dan terus diperbaharui.
Pengumpulan fakta dan dokumentasi informasi terbaru. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi data yang berkaitan dengan area lingkup pekerjaan yang ditentukan. Data bisa diperoleh dari surat menyurat, kebijakan dan prosedur, serta semua informasi informal lainnya yang bisa diperoleh secara langsung dari karyawan lewat wawancara.
Riset dan analisa. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam proses management audit. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bukti dan fakta-fakta yang dianggap penting dalam mendukung laporan akhir yang akan diserahkan kepada top manajemen.
Laporan. Tahap ini meliputi ringkasan atas pekerjaan yang dilakukan, gambaran mengenai ruang lingkup pekerjaan, rincian mengenai temuan-temuan utama dan diskusi mengenai alternatif-alternatif yang dapat digunakan top manajemen untuk mengurangi permasalahan yang ada.

B. Menurut Leo Herbert

Prelimenary Survey (Survei Pendahuluan). Tujuan dari survey pendahuluan adalah untuk mendapatkan informasi umum dan latar belakang, dalam waktu yang relatif singkat, mengenai semua aspek organisasi, kegiatan, program, atau sistem yang dipertimbangkan untuk diperiksa, agar dapat diperoleh pengetahuan atau gambaran yang memadai mengenai objek pemeriksaan.
Review and Testing of Management Control System (Penelaahan dan Pengujian atas Sistem Pengendalian Manajemen). Tahap ini dimaksudkan untuk mendapatkan bukti-bukti mengenai ketiga elemen dari tentative audit objective (tujuan pemeriksaan sementara), yaitu criteria, causes dan effects, dengan melakukan pengetesan terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen dan untuk memastikan bahwa bukti-bukti yang diperoleh dari perusahaan adalah kompeten jika audit diperluas dalam detailed examination (pengujian terinci).
Criteria merupakan standar yang harus dipatuhi oleh setiap bagian dalam perusahaan, causes adalah tindakan-tindakan yang menyimpang dari standar yang berlaku, dan effects adalah akibat dari tindakan-tindakan menyimpang dari standar yang berlaku.
Detailed Examination (Pengujian Terinci) Pada tahap ini auditor harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, kompeten, material dan relevan untuk dapat menentukan tindakan-tindakan apa saja yang dilakukan manajemen dan pegawai perusahaan yang merupakan penyimpangan-penyimpangan terhadap criteria dalam firm audit objective (tujuan pemeriksaan yang pasti), dan bagaimana effects dari penyimpangan-penyimpangan tersebut dan besar kecilnya effects tersebut yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Report Development (Pengembangan Laporan) Temuan audit harus dilengkapi dengan kesimpulan dan saran dan harus direview oleh audit manager sebelum didiskusikan dengan auditee. (sebaiknya secara tertulis).

Pengertian dan Sejarah Korupsi

Pengertian dan Sejarah Korupsi

Pengertian dan Sejarah Korupsi

Pengertian Korupsi

Penafsiran dari defenisi atau pengertian korupsi oleh ahli hukum berbeda-beda. Ahli hukum memiliki penafsiran sendiri yang dimana penafsiran dari defenisi atau pengertian korupsi mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Tidak hanya ahli hukum yang memiliki penafsiran yang berbeda terhadap defenisi ataupun pengertian korupsi, Undang-undang Tindak Pidana Korupsi memiliki penafsiran yang berbeda-beda dalam menafsirkan dari defenisi atau pengertian korupsi. Ada beberapa penafsiran dari defenisi atau pengertian korupsi oleh beberapa ahli dan Undang-Undang.
Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin “Coruptio” atau “Corruptus” yang berarti kerusakan atau kebobrokan. Kata korupsi berasal dari bahasa Yunani Latin “Corruptio” yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental, dan hukum.
Korupsi dalam arti hukum adalah tingkah laku yang menguntungkan kepentingan diri sendiri dengan merugikan orang lain, yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah yang langsung melanggar batas-batas hukum, sedangkan menurut norma-norma pemerintah adalah apabila hukum dilanggar atau apabila melakukan tindakan tercela dalam bisnis.
Korupsi dalam Kamus Ilmiah populer mengandung pengertian kecurangan, penyelewengan/ penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan sendiri, pemalsuan.

Pengertian korupsi menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 24 Prp Tahun 1960

bahwa yang disebut tindak pidana korupsi adalah: 
  1. Tindakan seseorang yang dengan sengaja atau karena melakukan kejahatan atau pelanggaran memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan yang secara langsung merugikan keuangan atau perekonomian negara atau daerah atau merugikan keuangan suatu badan yang menerima bantuan dari keuangan negara atau daerah atau badan hukum lain yang mempergunakan modal dan kelonggaran-kelonggaran dari negara atau masyarakat.
  2. Perbuatan seseorang, yang dengan sengaja atau karena melakukan suatu kejahatan atau dilakukan dengan menyalahgunakan jabatan atau kedudukan.

Pengertian korupsi menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 3 Tahun 1971

tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah:
  1. Barangsiapa dengan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan keuangan atau perekonomian negara atau diketahui atau patut disangka olehnya bahwa perbuatan tersebut merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
  2. Barangsiapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau badan, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Sumber:

https://balad.org/

Hikmah dari Segenggam Garam

Hikmah dari Segenggam Garam

Hikmah dari Segenggam Garam

Disuatu pagi yang cerah

datanglah seorang pemuda menemui seorang guru yang bijak. Langkah pemuda itu gontai dan air mukanya sangat kusut. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Kemudian Ia menyampaikan segala keluh kesahnya pada guru bijak tersebut. Guru yang bijak itupun mendengarkan dengan seksama keluhan sang pemuda tanpa menyela sedikitpun.

Setelah pemuda itu selesai

Guru bijak tersebut segera mengambil segenggam garam, dan meminta sang pemuda untuk menyiapkan segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya.”, ujar Guru itu. “Asin, asin sekali”, jawab sang pemuda, sambil memuntahkan semua air yang diminumnya. Guru bijak itu sedikit tersenyum dengan reaksi pemuda tersebut.

Guru bijak kemudian mengajak tamunya

untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Sesampainya di telaga, Guru itu lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang untuk mengaduk garam itu merata ke seluruh telaga.
“Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Setelah pemuda itu meminumnya, Guru bijak bertanya lagi, “Bagaimana rasanya?”. Pemuda menjawab,”segar, segar sekali rasanya”. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si pemuda.
Dengan bijak, Guru bijak itu menepuk-nepuk punggung si Pemuda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda dengarlah, pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa asin itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, asin yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Semua itu didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kegundahan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya.
Guru bijak itu lalu kembali memberikan nasehat. “Luasnya hatimu, akan menawarkan segala kepahitan yang mendatangimu. Janganlah pernah kau menolaknya, karena kegundahan itu selalu datang untuk mendewasakanmu, menyiapkan dirimu tuk menyambut masalah berikutnya.

Baca Juga :