Pemilih Pemula Perlu Edukasi Politik

Pemilih Pemula Perlu Edukasi Politik

Pemilih Pemula Perlu Edukasi Politik

Satuan pen­didikan diharapkan mampu berperan dalam memberikan edukasi dan

sosialisasi Pe­milihan Umum (Pemilu) guna meningkatkan peng­etahuan Pemilu kepada para pelajar sebagai pemilih pemula. Terlebih, 2019 ini, masuk sebagai tahun politik, dimana bangsa Indonesia akan menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pe­milihan Legislatif (Pileg).

Hal tersebut dikatakan, Kepala Kepala Bidang Pem­binaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid PSMK) Di­nas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin, usai menghadiri pelaksana­an edukasi politik bertajuk ’Memilih itu Juara’ di SMK Negeri 3 Bandung , Jalan Solontongan No.10 Kota Bandung, belum lama ini.

Menurut Dodin, saat ini pelajar sebagai pemilih pe­mula masih minim akan peng­

etahuan tentang kepemiluan. Sehingga dibutuhkan sosia­lisasi yang gencar untuk mem­berikan edukasi politik ke­pada mereka.

”Salah satu cara yang bisa ditempuh oleh sekolah adalah melakukan kerjasama dengan lembaga yang terlibat langs­ung dalam proses pemilu. Lembaga tersebut bisa beru­pa penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau media massa se­bagai sumber informasi,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan SMKN 3 Bandung, atas penyel­enggaraan edukasi politik bertajuk “Memilih itu Juara” yang bekerja sama dengan KPU Jawa Barat dan Radio Republik Indonesia (RRI).

”Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 250 siswa dari berbagai sekolah di Kota

Bandung. Kita akan selalu dukung acara edu­kasi seperti ini, karena siswa memang butuh so­sialiasi. Saya harap KPU juga bisa menyelenggara­kan kegiatan tersebut di seluruh sekolah di kabu­paten/kota yang ada di Jawa Barat,” terangnya.

Namun demikian, Dodin meminta agar seluruh guru dan tenaga pendidik tidak mengarahkan siswa untuk memilih calon yang berlaga pada pemilu 2019 yang akan datang.

”Hukumnya enggak boleh kalau melakukan kampanye di sekolah, yang wajib itu peng­etahuan tentang edukasi poli­tik,” pungkasnya

 

Baca Juga :

Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Disdik Klaim Siap 100 Persen Melaksanakan UNBK

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengklaim siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di 2019 ini.

Staff Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Disdik Kota Bandung, Saeful Kurniawan mengungkapkan, untuk seluruh SMP Negeri dan Swasta sudah siap 100 persen mulai dari infrastruktur, teknis dan sosialisasi. Namu untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih ada sedikit kendala yakni dalam penyediaan komputer.

”Kami juga sudah lakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah. Mulai hari

(kemarin.red) dilakukan penyebaran wilayah sosialisasi juknis UNBK dari mulai wilayah timur dan hari selanjutnya ke wilayah lain melihat situai kondisi,” ungkap Saeful, saat ditemui di Kantor Disdik Kota Bandung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (21/02).

Menurutnya, untuk UNBK tahun ini tercatat ada sekitar 291 sekolah yang terdiri dari 249 SMP dan 42 MTs dengan jumlah peserta sebanyak 34.000 siswa. Sementara di tahun lalu tercatat ada 245 sekolah, 205 SMP dan 40 MTs dengan jumlah peserta sebanyak 37.000 siswa.

”Kalau dari jumlah peserta memang ada penurunan. Tapi ini baru data sementara

yang tercatat. Untuk penutupan nanti diakhir Februari ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tahun lalu persentase UNBK mandiri sebanyak 66 persen dan 44 persen diisi oleh UNKP dan UNBK bersama. Sedangkan di tahun ini ada peningkatan menjadi 87 persen untuk UNBK mandiri dan 13 persen bersama. Jika persentase tidak digabung dengan MTs maka SMP Negeri dan Swasta sudah mencapai 100 persen yang siap melaksanakan UNBK.

”Untuk MTs masih ada kendala biaya untuk memenuhi sara prasarana infrastruktur.

Namun dalam teknis pelaksanaan, tahun ini ada perbedaan. MTs tidak lagi dalam pendataan Dapodik melainkan Emis dibawah Kemenag” sebutnya.

Jika melihat adanya kendala saat pelaksanaan UNBK tahun lalu, maka untuk tahun ini, pihaknya sudah mengantisipasinya dari sekarang.

”Tahun kemarin banyak memiliki gangguan lokal seperti sekolah terkena banjir dan mati lampu di sejumlah sekolah. Tapi sekarang beberapa sekolah sudah menggunakan genset dari sisi kelistrikan” tandasnya

 

Sumber :

http://asage.org/index.php/ASAGE/comment/view/8/0/36608

Jabar Mulai Buka PPDB Pada Mei 2019

Jabar Mulai Buka PPDB Pada Mei 2019

Jabar Mulai Buka PPDB Pada Mei 2019

Dinas Pendi­dikan (Disdik) Jawa Barat mengungkapkan, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Barat akan dibuka pada tanggal 20-24 Mei 2019 men­datang.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Panitia PPDB, Dian Peniasiani da­lam pelaksanaan Uji Publik Pertama Draft Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB tahun 2019 di Hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, Selasa, (26/2).

Menurut Dian, sebelum pembukaan pendaftaran, maka pada 13-17 Mei 2019 para

satuan pendidikan harus melaporkan terlebih dahulu daya tampung sekolah seba­gai acuan kuota yang siswa baru yang akan diterima.

”Setelah itu dibuka penda­faran PPDB. Kemudian tahap verifikasi serta uji kompe­tensi dilaksanakan pada 27-29 Mei. Dan pengumuman dila­kukan pada 31 Mei 2019,” ujar Dian.

Setelah ada hasil pengumu­man penerimaan, lanjutnya, maka akan dilakukan pendaf­taran ulang oleh siswa yang diterima pada 17-18 Juni 2019. kemudian, peserta didik baru melaksanakan kegiatan Masa Pengenalasan Ling­kungan Sekolah (MPLS) pada 16-18 Juli 2019.

“Jadwal telah dikaji dan di­sesuaikan juga dengan libur nasional seperti Hari Raya Idul Fitri dan lainnya, agar selaras,”ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Dian juga menjelaskan seluruh draft juknis PPDB tahun

2019 kepada seluruh peserta. Tidak hanya itu, se­bagai panitia, pihaknya ju­ga menampung seluruh ma­sukan dan solusi yang dibe­rikan oleh para peserta, guna dilakukan peninjauan.

Uji publik tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, Ke­pala Bidang Pembinaan Se­kolah Menengah Atas (Kabid PSMA) yang juga sebagai Ketua Panitia PPDB tahun 2019, Yesa Sarwedi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid PSMK), Dodin Rusmin Nu­ryadin, serta tamu undangan yang bergerak di bidang pen­didikan dan terlibat dalam proses PPDB.

Beberapa di antaranya ada­lah Dinas Sosial Jabar, Om­budsman Perwakilan Jabar,

Asosiasi Pengawas Sekolah Jabar, Asosiasi Ketua Ko­mite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Jabar, Per­satuan Guru Republik Indo­nesia (PGRI), Komunitas Peduli Pendidikan, Forum Asosiasi Guru Indonesia (FAGI), dan Dewan IKA UPI Bandung.

 

Sumber :

http://asage.org/index.php/ASAGE/comment/view/8/0/36607

Pentas SMA Kosgoro Angkat Seni Daerah

Pentas SMA Kosgoro Angkat Seni Daerah

Pentas SMA Kosgoro Angkat Seni Daerah

SMA Kosgoro mengadakan pagelaran kesenian Nusantara selama tiga hari (3-5/5) di

Gedung Solidaritas SMA Kosgoro. Sebanyak 18 kelas terdiri dari kelas X dan XI ambil bagian dalam kegiatan ini. Hasil penilaian dewan juri sebagai juara umum kelas XI adalah kelas XI IPS dan juara umum kelas X adalah kelas X IPA 4.
Ketua OSIS Muhammad Yudistira Basari mengaku puas dengan pagelaran seni Nusantara yang dikemas dalam pentas pagelaran kelas tersebut.
”Kegiatan ini benar-benar menghibur dengan tampilnya tiap-tiap kelas dalam budaya Nusantara yang berbeda-beda. Selain sebagai hiburan, panitia juga menyiapkan dewan juri untuk menilai penampilan masing-masing kelas unjuk

kebolehan dalam Teater Nusantara, vocal group, perkusi, tari kolaborasi antara tari

tradisional dan modern, iklan kreatif, hingga stand up comedy.
Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menyambut baik pagelaran kesenian dengan mengangkat tema Budaya Nusantara.
”Ini merupakan cara kami mengenalkan budaya yang ada di Indonesia dengan cara bermain peran, di mana setiap kelas menampilkan seni daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dengan cara ini, lanjut dia, ternyata para siswa sangat antusias dibuktikan dengan

latihan intensif dan juga biaya tidak sedikit.
”Sekolah menyumbang dana kegiatan ini sekitar Rp14 juta, tentu ini tidak besar jika dibandingkan pengeluaran para siswa. Pembelajaran seperti ini ternyata lebih mengena dan siswa merasa senang dapat tampil dalam pertunjukan dengan kosep yang berbeda-beda,” tambahnya.(ran/b)

 

Baca Juga :

Alumni STKIP Siap Berkarier di Jepang

Alumni STKIP Siap Berkarier di Jepang

Alumni STKIP Siap Berkarier di Jepang

STKIP Muham­madiyah Bogor menjadi satu dari 53 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia yang turut hadir se­bagai lembaga pendidikan tinggi, yang menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Life Holdings Co. Ltd Japan, di aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Dakwah PP Muham­­madiyah, Jakarta Pusat.

Acara dibuka langsung Ketua Lembaga Hubungan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Dr (HC) Muhyiddin Junaidi, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari delegasi Life Holdings Co. Ltd Japan Mr. Shinichi Yoshida.

Ia menyam­paikan tujuan kedatangan serta gam­baran kerja sama yang segera dilak­sanakan dengan 53 Per­guruan Tinggi Muham­madiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Mr. Yoshida mengatakan bahwa pada kisaran 2050, Jepang diperkirakan mengalami penu­runan populasi sumber daya manusia di bawah 100 juta jiwa dengan 40 persen jumlah penduduknya berusia 65 tahun.

“Artinya, Jepang sebagai negara maju, mem­butuhkan sumber daya manusia di bawah 65 tahun sebagai usia produktif dalam memenuhi ke­butuh­annya di berbagai sektor pekerjaan,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Salah satu persiapan paling mendasar sebagai turunan teknis dari kerja sama ini,

lanjut Yoshida, adalah diadakan program intensif penguasaan bahasa Jepang sebagai bahasa komunikasi lulusan yang akan berkarier secara professional di Jepang.

“Tentunya ini juga bagian dari hubungan diplomatis yang baik antara Indonesia dan Jepang. STKIP Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadi repre­sentatif mewakili Indonesia untuk Jepang,” sambungnya.

Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Yusfitriadi, antusias menandatangani MoU

tersebut. Dengan harapan, akan ada alumni-alumni terbaik STKIP Muhammadiyah Bogor yang berkarier profesional di Jepang sekaligus menjadi wakil atau duta dari Indonesia, yang bisa masuk dalam kompetisi global.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat terbuka bagi lulusan STKIP Muhammadiyah Bogor untuk berperan aktif di level internasional yang akan berkontribusi terhadap Indonesia juga dunia dalam dunia karier profesional,” ucapnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Urusan Internasional STKIP Muhammadiyah

Bogor, Ramdan Nugraha, juga optimis terhadap karier para lulusan kampus Maroen yang bisa bersaing secara global dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan dunia.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Catat, Ini Rekomendasi Ombudsman Terhadap Pelaksanaan PPDB

Catat, Ini Rekomendasi Ombudsman Terhadap Pelaksanaan PPDB

Catat, Ini Rekomendasi Ombudsman Terhadap Pelaksanaan PPDB

Anggota Ombudsman RI (ORI) Ahmad Alamsyah Saragih mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemantauan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Ombudsman RI menyampaikan tindak lanjut dan saran kepada Kemendikbud agar penerbitan Permendikbud RI tentang PPDB dilakukan minimal empat bulan sebelum penyelenggaraan PPDB.

Selanjutnya, Kemendikbud bekerja sama dengan kepala daerah mendirikan sekolah negeri dalam satu kecamatan di seluruh Indonesia, dengan memerhatikan jumlah peserta didik dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), agar persebaran sekolah negeri merata dan calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama melalui sistem zonasi.

Mengenai adanya kendala atau alasan teknis terkait pemerataan sekolah, Ombudsman menyarankan perlunya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti seleksi di kecamatan lainnya dengan menggunakan sistem zonasi.

“Kemendikbud bersama Kementerian Dalam Negeri diharapkan memberikan sanksi

kepada pemerintah daerah dan sekolah yang tidak menyelenggarakan PPDB sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti tidak menerapkan sistem zonasi, menerima titipan di luar jalur penerimaan yang sudah ditentukan, penyalahgunaan SKTM, pungutan liar, dan sebagainya,” tutur Ahmad, Sabtu (28/7).

Selanjutnya, Ombudsman menyarankan kepada Kemendikbud agar melakukan perubahan nama sekolah negeri di seluruh wilayah Indonesia dengan tidak menggunakan nama negeri dan angka. Namun menggunakan nama pahlawan nasional atau pahlawan di wilayah sekolah itu berada. Dengan demikian, bisa menghilangkan pandangan terhadap sekolah favorit.

Ombudsman RI juga menyampaikan agar Kemendikbud berkoordinasi dengan

Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial dalam pendataan warga yang masuk kategori menengah ke bawah. Data tersebut digunakan sebagai cara penyelesaian penyalahgunaan SKTM (surat keterangan tidak mampu) ke depannya.

Terakhir, Ombudsman memberikan rekomendasi kepada Kemendikbud untuk

membuat kanal pengaduan tingkat nasional tentang penyelenggaraan PPDB, untuk selanjutnya ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah setempat.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Sejarah Tentang Waktu Sistem Internasional

Sejarah Tentang Waktu Sistem Internasional

Detik atau sekon (bahasa Inggris: second) adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarah Waktu

Pada awalnya, istilah second (sekon) dalam bahasa Inggris dikenal sebagai second minute (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai prime minute (menit primer) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit. Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan Seksagesimal (basis 60). Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari waktu matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari waktu matahari.

International Committee for Weights and Measures

Pada tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), di bawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) kesepuluh pada tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi di sekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb’s Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch pada tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad kedelapan belas dan sembilan belas. Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris.

Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures kesebelas pada tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari waktu hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris. Waktu Ephemeris (Ephemeris Time – ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi objek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

MetodePpengukuran Common-View

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan di sekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom. Sebagai hasilnya, pada tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidakadaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik efemeris.

Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat.

Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K.

Dalam praktiknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengekstrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Baca Juga :

Sistem Saraf Pada Manusia Beserta Fungsinya

Sistem Saraf Pada Manusia Beserta Fungsinya

Sistem Saraf Pada Manusia Beserta Fungsinya

Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri dari serabut saraf terdiri dari sel-sel saraf yang saling berhubungan dan penting untuk persepsi sensorik sensorik, aktivitas motorik organ sukarela dan tidak sukarela atau jaringan, dan homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh.

Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf merupakan jaringan yang paling kompleks dan penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling berhubungan dan penting untuk perkembangan bahasa, pikiran dan memori. Unit kerja utama dalam sistem saraf neuron yang terikat oleh sel glial.

Sistem saraf vertebrata

Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (SST). SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. SST terutama terdiri dari saraf, yang merupakan serat panjang yang menghubungkan SSP ke setiap bagian dari tubuh.

SST termasuk saraf motorik, memediasi gerakan gerakan sukarela (sadar), sistem saraf otonom, termasuk sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik dan fungsi regulasi (pengaturan) involunter (tidak sadar) dan sistem saraf enterik (pencernaan), -gratis semifinal bagian dari saraf sistem yang berfungsi untuk mengontrol sistem pencernaan.

Jenis sel

Pada tingkat sel, sistem saraf didefinisikan oleh kehadiran beberapa jenis sel, yang disebut neuron, yang juga dikenal sebagai sel-sel saraf. Neuron memiliki struktur khusus yang memungkinkan neuron untuk mengirimkan sinyal dengan cepat dan tepat ke sel lain. Neuron mengirimkan sinyal dalam bentuk gelombang elektrokimia yang berjalan di sepanjang serat tipis yang disebut akson, yang akan menyebabkan bahan kimia yang disebut neurotransmitter dilepaskan dalam keterlibatan disebut sinaps.

Sebuah sel yang menerima sinyal neuron sinapsis bisa senang, dihambat, atau termodulasi. Hubungan antara neuron membentuk sirkuit saraf persepsi mengenerasikan organisme dan menentukan perilaku. Seiring dengan neuron, sistem saraf mengangung sel-sel khusus lainnya yang disebut sel glial (atau hanya glia), yang memberikan dukungan struktural dan metabolik.

Sistem saraf ditemukan di sebagian besar hewan multiseluler, tetapi bervariasi dalam kompleksitas. hewan multisel yang tidak memiliki sistem saraf sama sekali adalah spons, placozoa dan mesozoa, yang memiliki desain yang sangat sederhana dari tubuh.

Sistem saraf ctenophora dan cnidaria

Sistem saraf ctenophora dan cnidaria (misalnya anemon, hydra, karang dan ubur-ubur) terdiri dari jaringan saraf difus. Semua jenis hewan lain, dengan pengecualian beberapa jenis cacing, memiliki sistem saraf yang meliputi otak, sumsum pusat (atau dua tali berjalan paralel), dan saraf yang memancar dari pusat sumsum otak dan tulang. Ukuran sistem selip bervariasi dari beberapa ratus sel dalam cacing tersederhana, sejauh 100 triliun sel pada manusia.

Pada tingkat yang paling sederhana, fungsi sistem saraf untuk mengirim sinyal dari satu sel ke sel lain, atau dari satu bagian tubuh yang lain. Sistem saraf rentan terhadap kerusakan dalam berbagai cara, sebagai akibat dari cacat genetik, kerusakan fisik akibat trauma atau racun, infeksi, atau hanya penuaan.

Kekhususan penelitian medis di bidang neurologi mempelajari penyebab kerusakan sistem saraf, dan mencari intervensi yang dapat mencegah atau memperbaikinya. Dalam sistem saraf perifer / tepi (SST), masalah yang paling umum adalah kegagalan konduksi saraf, yang dapat disebabkan oleh berbagai penyebab termasuk neuropati diabetes dan gangguan seperti multiple sclerosis dan amyotrophic lateral yang sclerosis demielinasi.

Fokus ilmu penelitian / studi dari sistem saraf adalah neuroscience.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pengertian Dan Pemanfaatan Energi Nuklir

Pengertian Dan Pemanfaatan Energi Nuklir

Pengertian Dan Pemanfaatan Energi Nuklir

Energi potensial nuklir merupakan energi potensial yang terkandung dalam partikel dalam inti atom. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.

Pengertian Energi Nuklir

Partikel nuklir seperti proton dan neutron tidak rusak dalam proses fisi dan fusi, tapi koleksi mereka memiliki massa lebih rendah daripada jika mereka berada dalam posisi untuk memisahkan / individu. Perbedaan besar dalam massa dilepaskan dalam bentuk panas dan radiasi dalam reaksi nuklir (panas dan radiasi telah kehilangan massa, tapi kadang-kadang dilepaskan ke sistem, yang tidak terukur).

Energi matahari adalah salah satu contoh dari konversi energi ini. Di bawah sinar matahari, perubahan proses fusi hidrogen 4 miliar ton materi surya per detik menjadi energi elektromagnetik, yang kemudian diradiasikan ke ruang angkasa.

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

PLTN termasuk dalam pembangkit listrik beban dasar, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya output konstan (meskipun mendidih reaktor air bisa turun setengah kekuatan di malam hari). Daya yang dihasilkan per unit dari 40 MWe tanaman mulai 1000 MWe. Unit baru sedang dibangun pada tahun 2005 memiliki 600-1200 MWe.

Sejarah

Reaktor nuklir pertama untuk menghasilkan listrik pembangkit stasiun EBR-I percobaan pada 20 Desember 1951 di dekat Arco, Idaho, Amerika Serikat. Pada tanggal 27 Juni 1954, pembangkit listrik pertama di dunia yang menghasilkan listrik nuklir untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni Soviet. Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama skala komersial Inggris Calder Hall, yang dibuka pada 17 Oktober 1956.

15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

15 Siswa Ambon Lanjutkan Pendidikan di Jepang

Sebanyak 15 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK) di Ambon akan melanjutkan beasiswa program pendidikan Strata satu (S1) sambil bekerja di Kyoto Jepang.

Hasil seleksi terpilih 12 siswa dari SMA dan tiga siwa SMK lulusan tahun ajaran 2014-2015. Para siswa yang melanjutkan pendidikan di Jepang akan dilepas Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy pada 5 Oktober 2015.

“Proses pengurusan visa para siswa ini telah dilakukan, dipastikan 2 Oktober seluruh proses selesai dan para siswa siap untuk berangkat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Benny Kainama di Ambon, Rabu (30/9).

Ia mengatakan, 15 siswa ini sebelum ke Jepang akan bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta. Hal ini dikarenakan para siswa yang diberangkatkan ini merupakan rombongan perdana.

Setelah tiba di Jepang, para siswa ini akan diurus oleh Yayasan Jepang Internasional Lewis Institut sebagai pihak ketiga yang akan menempatkan para siswa, untuk mengarahkan serta membimbing mereka selama tiga bulan pertama sehingga mereka tidak kesulitan beradaptasi selama di Jepang.

Siswa ini juga terlebih dahulu akan mendapatkan kursus bahasa Jepang selama dua bulan yang diberikan oleh tim yang berasal dari Pemerintah Kyoto-Jepang, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun masyarakat setempat.

“Prinsipnya tujuan kerja sama para siswa melakukan program belajar ke Jepang yakni bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon, khususnya para siswa SMA/SMK sehingga ke depan dapat bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Benny mengakui, beasiswa belajar di luar negeri diharapkan dapat membuka

peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat yang ada sehingga peluang bekerja juga akan terbuka lebar.

Tahun ini lanjutnya, hanya 15 siswa yang akan diberangkatkan ke Jepang tahun depan diharapkan lebih banyak siswa yang akan mengikuti program beasiswa.

“Kami berharap para siswa lainnya juga harus berlomba-lomba memanfaatkan

peluang ini, karena tidak semua orang beruntung dipilih untuk mengenyam pendidikan di Jepang,” ujarnya.

Ia menambahkan, program belajar sambil bekerja merupakan tindaklanjut penjajakan kerja sama Ambon-Kyoto yang digagas Ikatan pelajaran mahasiswa dan alumi Indonesia – Jepang, serta yayasan kemanusiaan Internastional Human Service (IHS) yang bergerak di bidang pendidikan.

Pemkot Ambon bersama Internasional Human Service (IHC) Hamamatsu setelah

melakukan sosialisasi program belajar dan bekerja di Jepang ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama dan seleksi bagi siswa Ambon.

 

Baca Juga :