Pengertian Professional dan Professionalisme

Pengertian Professional dan Professionalisme

Pengertian Professional dan Professionalisme

Adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.  Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang – senang atau untuk mengisi waktu luang.

B. Ciri – Ciri Profesionalisme

Kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata – rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu. Standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

C. Perbedaan Profesi & Profesional :

Profesi :
– Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
– Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
– Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
– Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

Profesional :
– Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
– Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
– Hidup dari situ.
– Bangga akan pekerjaannya.

D.Kode Etik Profesi / Profesionalisme

Adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Kode Etik :
–          Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
–          Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
–          Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
–          Untuk meningkatkan mutu profesi.
–          Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
–          Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
–          Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
–          Menentukan baku standarnya sendiri.

Baca Juga :

Perlunya Cyberlaw

Perlunya Cyberlaw

Perlunya Cyberlaw

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membutuhkan pengaturan hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Sayangnya, hingga saat ini banyak negara belum memiliki perundang-undangan khusus di bidang teknologi informasi, baik dalam aspek pidana maupun perdatanya.

Permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana menjaring berbagai kejahatan komputer dikaitkan dengan ketentuan pidana yang berlaku karena ketentuan pidana yang mengatur tentang kejahatan komputer yang berlaku saat ini masih belum lengkap.

Banyak kasus yang membuktikan bahwa perangkat hukum di bidang TI masih lemah. Seperti contoh, masih belum dilakuinya dokumen elektronik secara tegas sebagai alat bukti oleh KUHP. Hal tersebut dapat dilihat pada UU No8/1981 Pasal 184 ayat 1 bahwa undang-undang ini secara definitif membatasi alat-alat bukti hanya sebagai keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa saja. Demikian juga dengan kejahatan pornografi dalam internet, misalnya KUH Pidana pasal 282 mensyaratkan bahwa unsur pornografi dianggap kejahatan jika dilakukan di tempat umum.

Hingga saat ini, di negara kita ternyata belum ada pasal yang bisa digunakan untuk menjerat penjahat cybercrime. Untuk kasuss carding misalnya, kepolisian baru bisa menjerat pelaku kejahatan komputer dengan pasal 363 soal pencurian karena yang dilakukan tersangka memang mencuri data kartu kredit orang lain.

Perlunya Dukungan Lembaga Khusus

Lembaga-lembaga khusus, baik milik pemerintah maupun NGO (Non Government Organization), diperlukan sebagai upaya penanggulangan kejahatan di internet. Amerika Serikat memiliki komputer Crime and Intellectual Property Section (CCIPS) sebagai sebuah divisi khusus dari U.S. Departement of Justice. Institusi ini memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime. Indonesia sendiri sebenarnya sudah memiliki IDCERT (Indonesia Computer Emergency Rensponse Team). Unit ini merupakan point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah-masalah keamanan komputer.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Penanggulangan Cybercrime

Penanggulangan Cybercrime

Penanggulangan Cybercrime

Aktivitas pokok dari cybercrime adalah penyerangan terhadap content, computer system dan communication system milik orang lain atau umum di dalam cyberspace. Fenomena cybercrime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini agak berbeda dengan kejahatan lain pada umumnya. Cybercrime dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak memerlukan interaksi langsung antara pelaku dengan korban kejahatan. Berikut ini cara penanggulangannya :

  1. Mengamankan sistem

Tujuan yang nyata dari sebuah sistem keamanan adalah mencegah adanya perusakan bagian dalam sistem karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan. Pengamanan sistem secara terintegrasi sangat diperlukan untuk meminimalisasikan kemungkinan perusakan tersebut. Membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah-langkah yang terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya, dengan tujuan dapat mempersempit atau bahkan menutup adanya celah-celah unauthorized actions yang merugikan. Pengamanan secara personal dapat dilakukan mulai dari tahap instalasi sistem sampai akhirnya menuju ke tahap pengamanan fisik dan pengamanan data. Pengaman akan adanya penyerangan sistem melaui jaringan juga dapat dilakukan dengan melakukan pengamanan FTP, SMTP, Telnet dan pengamanan Web Server.

  1. Penanggulangan Global

The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) telah membuat guidelines bagi para pembuat kebijakan yang berhubungan dengan computer-related crime, dimana pada tahun 1986 OECD telah memublikasikan laporannya yang berjudul Computer-Related Crime : Analysis of Legal Policy. Menurut OECD, beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :

  1. melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya.
  2. meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
  3. meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime.
  4. meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
  5. meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime.

Sumber : https://usgsprojects.org/

Generasi Muda Itu Harus Jadi Pemimpin dan Jangan Jadi Pecundang

Generasi Muda Itu Harus Jadi Pemimpin dan Jangan Jadi Pecundang

Generasi Muda Itu Harus Jadi Pemimpin dan Jangan Jadi Pecundang

Dimasa datang generasi Muda jadilah Pemimpin, jangan sampai menjadi

pecundang, demikian disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Dharmasraya bidang Kemasyarakatan dan SDM Syahril, SH. dalam sambutannya mewakili Bupati dalam acara perpisahan siswa kelas XII SMA 1 Pulau Punjung di Auditorium Dharmasraya di Pulau Punjung kemaren.

Dikatakannya untuk menjadi pemimpin dimasa datang generasi muda/ siswa SMA hari ini harus berjuang dan bekerja keras ke masa depan dengan berbagai upaya dan usaha, melalui pendidikan formal maupun non formal, mengasah diri dengan berbagai kegiatan yang bernilai positif, berpikir cerdas dan berbuat bijaksana, sehingga dirinya memiliki kemampuan Ilmu Pengetahuan yang luas, dan memilki Iman dan Taqwa dan berakhlak mulia, dimana dengan demikian sepuluh atau dua puluh tahun akan datang kan lahirlah pemimpin yang memiliki keseimbangan antara Ilmu dan Iman serta berakhlak mulai

Sebaliknya apabila generasi muda sekarang yang tidak mau melanjutkan

pendidikannya, hanya bermalas malasan, berfoya-foya dan menikmati kesenangan yang di berikan orang tuanya, tidak berupaya dan berusaha untuk mempersiapkan dirinya yang hanya ingin menjadi penonton saja, maka sudah barang tentu generasi muda ini hanya menjadi penonton, dimana pada masa sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang mereka akan menjadi pecundang, sampah masyarakat, pencuri, pezina, penjudi dan pemabuk yang pada dasarnya menjadi beban orang tua, yang tidak memiliki kemampuan dan daya juang untuk memperbaiki kehidupannya

Dibahagian akhir dari sambutannya Syahril minta agar para siswa dan orang tua bersama-sama bertekad dan berusaha untuk menggapai masa depan yang lebih baik guna menyiapkan pemimpin masa datang, bisa saja menjadi wali Nagari, menjadi Guru, menjadi Camat , menjadi Bupati, menjadi Gubernur bahkan kalau perlu menjadi Presiden.

Sebelumnya Kepala SMA 1 Pulau Punjung Yunita, S.Pd. MM. dalam laporannya

menyampaikan bahwa siswa berjumlah 642 orang dengan guru dan pegawai berjumlah 83 orang, sedangkan siswa akan dilepas tahun ini berjumlah 231 orang yang terdiri dari jurusan IPA dan IPS, Sementara itu memberikan sambutan Kepala Kadis Pendidikan Pemuda dan Olah Raga yang di wakili oleh Drs. Sutadi yang meminta agar para siswa terus melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi

Pada kesempatan perpisahan yang di meriahkan dengan nyanyian dan tarian serta penampilan drama sebabak itu dan mendapat sambutan meriah oleh keluarga besar SMA itu siswa yang akan meninggalkan SMA 1 Pulau Punjung menyerahkan satu set alat Band kepala Sekolah

 

Baca Juga :

Padang Panjang Mulai Lakukan Seleksi Anggota Paskibra 2016

Padang Panjang Mulai Lakukan Seleksi Anggota Paskibra 2016

Padang Panjang Mulai Lakukan Seleksi Anggota Paskibra 2016

Pemerintah Kota Padang Panjang, telah memulai seleksi anggota pasukan pengibar

bendera (Paskibra) untuk upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2016 mendatang.

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Kadisporbudpar Sri Syahwitri,

mengatakan kegiatan seleksi paskibra 2016 dilakukan tgl 4 s/d 7- 4-2016 di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Para peserta yang mengikuti seleksi berasal dari pelajar SLTA yang ada di Kota Padang Panjang.

Mereka yang ikut, sambungnya, juga sudah menjalani seleksi di sekolah masing-masing. Kemudian diajukan untuk seleksi Kota dan bahkan ada yang disiapkan untuk Paskibra tingkat provinsi dan nasional.

“Sistem penilaian yang dipakai hari pertama adalah sistem gugur, tahapan ini

menilai tinggi dan kesehatan badan. Selanjutnya berdasarkan penilaian tim seleksi mereka yang dinyatakan lulus akan diumumkan. Tim seleksi dari TNI, Polri, Satpol PP, Gerakn Pramuka, PPI dan Tenaga Ahli,” kata Sri Syahwitri, Senen, (4/4/2016) di Padang Panjang.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/4wGUN5IdT0zSa3s

Di Banda Aceh, UN Berbasis Komputer Perdana Sukses

Di Banda Aceh, UN Berbasis Komputer Perdana Sukses

Di Banda Aceh, UN Berbasis Komputer Perdana Sukses

Sebanyak 286 siswa SMAN 2 Boarding School Banda Aceh secara perdana mengikuti

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2015/2016 pada Senin (4/4/2016) pagi.Di Banda Aceh, UN Berbasis Komputer Perdana Sukses

Para siswa SMAN 2 Banda Aceh terdiri atas tiga jurusan yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Indonesia.

Ujian berbasis komputer ini digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia. Pada tahun ini terdapat 18 sekolah masing-masing terdiri dari tujuh sekolah setingkat SMA, tiga SMK dan delapan SMP di Banda Aceh yang menggelar UNBK.

“Alhamdulliah sekolah kami memenuhi syarat untuk menggelar UNBK perdana di

Aceh, sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi kepada anak-anak, memberikan latihan-latihan, dan mempersiapkan insfrastruktur keperluan UNBK,” kata Kepala SMA Negeri 2 Banda Aceh, Syarwanjoni SPd MPd saat dijumpai GoAceh.co.

Selain itu, Syarwanjoni mengaku juga sudah mengantisipasi kendala yang akan terjadi saat berlangsung UN agar tidak mengganggu konsentrasi para siswa dalam mengerjakan soal Ujian Nasional (UN).

“Kami sudah mempersiapkan ginset untuk mengantisipasi padamnya listrik,

meskipun pihak PLN sudah menjamin listrik tidak akan padam selama UN berlangsung. UN hari ini aman,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/n1bR1IYdbq

Tunjangan Profesi Guru, Pemko Pekanbaru Sudah Siapkan Rp112 Miliar

Tunjangan Profesi Guru, Pemko Pekanbaru Sudah Siapkan Rp112 Miliar

Tunjangan Profesi Guru, Pemko Pekanbaru Sudah Siapkan Rp112 Miliar

Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyediakan tunjangan profesi guru di kas daerah kini tercatat sebesar Rp112 miliar.

“Artinya tunjangan profesi guru tersebut  masih utuh kendati kebijakan pusat menetapkan pemotongan anggaran di APBN-P 2016,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, dalam keteranganya di Pekanbaru, Sabtu.

Pendapat demikian disampaikannya terkait tunjangan profesi guru PNS daerah secara nasional dipotong sebesar Rp23,3 triliun yang merupakan selisih pagu anggaran di APBN-P 2016 Rp69,7 triliun, sementara di progonosis pagunya hanya butuh Rp46,4 triliun.

Menurut dia, kebijakan pusat terkait pemotongan anggaran untuk tunjangan profesi guru PNS daerah tidak akan berpengaruh, karena Pekanbaru masih memiliki deposit dana sertifikasi.

Kini, katanya lagi, besaran dana sertifikasi guru yang masih tersedia  Rp112 miliar, itu pun jika digunakan untuk membayar kebutuhan tunjangan profesi guru PNS daerah pertriwulannya hanya akan menghabiskan Rp51 miliar.

“Sesuai ketersediaan anggaran hingga akhir tahun kebutuhan dana bagi para guru

masih mencukupi bahkan berlebih. Apalagi kini hanya tinggal pembayaran triwulan IV (akhir), karena triwulan III sudah dibayarkan,” katanya.

Ia mengatakan, kebijakan pemotongan anggaran untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp23,3 triliun di APBN Perubahan 2016, ditetapkan pemerintah lebih karena ada guru yang pensiun, atau jam kerjanya yang tidak mencukupi dan sebagainya.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati  memotong

anggaran untuk tunjangan profesi guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) sebesar Rp23,3 triliun di APBN Perubahan 2016.

Diakui Sri Mulyani, pemotongan anggaran tunjangan profesi guru PNSD ini karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh tunjangan ini dari 1,3 juta orang menjadi 1,2 juta orang karena pensiun.

Adanya sisa tunjangan profesi guru tahun 2015 di rekening kas umum daerah Rp19,6 triliun yang harus diperhitungkan dalam penyaluran tunjangan di 2016.

“Kami juga menghemat tambahan penghasilan guru (Tamsil) PNSD Rp209,1 miliar

karena adanya sisa dana Tamsil di kas daerah yang harus diperhitungkan dalam penyaluran dana Tamsil 2016,” ujar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, pemotongan anggaran tunjangan profesi guru PNSD dan tambahan penghasilan guru PNSD masuk dalam penghematan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp23,7 triliun di APBN-P 2016

 

Baca Juga :

Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Tingkatkan Skill dan Karakter Pelajar, SMP PGRI Dumai Lakukan Terobosan

Demi menghilangkan imej sekolah ‘terpinggirkan’ oleh penilaian masyarakat,

sejumlah terobosan pun dilakukan oleh SMP PGRI Kota Dumai ini. Sebab selama ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Kesuma, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau sebagai alternatif terakhir bagi para orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka. Dikarenakan nilai yang didapat usai ujian akhir sekolah (UAS) tingkat sekolah dasar (SD) tak memenuhi untuk mendapatkan sekolah negeri favorit.

Hal itu disampaikan Kepala SMP PGRI Kota Dumai, Ir Iswanto kepada MKK News Groups, Senin (30/1/2017) siang di ruang kerjanya. Ia mengungkapkan, sejumlah item pembinaan pun dilakukan pihaknya.

Di antaranya program kedisiplinan dan penambahan jam belajar. Untuk

kedisiplinan, pihaknya memberlakukan 43 poin peraturan beserta sanksi kepada pelajar sekolah beserta seluruh tenaga pendidik dan karyawan sekolah.

Lalu menambah jam belajar dengan sistem full day school sesuai program yang tengah digebrak oleh Pemerintah Pusat. Is sapaan pria berusia 52 tahun ini, telah bekerjasama dengan salah satu tempat bimbingan belajar (bimbel) Smart Education, dimana para pelajar setelah menyelesaikan jam belajarnya dari pukul 7.15 WIB hingga 14.15 WIB, lalu dilanjutkan dengan penambahan jam terobosan hingga pukul 15.15 WIB bagi kelas VII dan VIII setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis.

“Untuk kelas IX, kita berlakukan dari hari Senin hingga Jumat. Khusus Jumat,

mereka pulang dulu baru melanjutkan di pukul 14.15 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Tujuannya untuk mempermudah pelajar menghadapi UN (ujian nasional) nanti, sehingga anak kita bisa diterima di sekolah negeri favorit,”terang Is yang menggawangi SMP PGRI Dumai ini sejak 2015 silam. “Tentunya mengantisipasi si anak (pelajar) tidak keluyuran lagi khususnya ke warnet (warung internet) usai pulang sekolah dan kenakalan remaja,”sebut dia.

Kedua, meningkatkan karakter, dengan mengadakan ekstrakulikuler (ekskul) di bidang keagamaan. “Untuk umat muslim kita gelar rohis (rohani Islam) termasuk non muslim yang dibimbing oleh guru agama masing – masing setiap Jumat,”kata mantan guru mata pelajaran Elektro di SMP YKPP Dumai itu.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/NORoL0c1gC57kE8

 

Miris…!!! Guru Mengeluh Haknya Belum Dibayarkan, Dewan Desak Pemko Pekanbaru Jemput Bola

Miris…!!! Guru Mengeluh Haknya Belum Dibayarkan, Dewan Desak Pemko Pekanbaru Jemput Bola

Miris…!!! Guru Mengeluh Haknya Belum Dibayarkan, Dewan Desak Pemko Pekanbaru Jemput Bola

Hingga penghujung tahun 2016, guru yang berstatus ASN di Kota Pekanbaru masih mengeluhkan belum keluarnya uang transportasi dan sertifikasi selama tiga bulan yang seharusnya sudah menjadi hak mereka.

Padahal semua kewajiban mereka selaku guru sudah dipenuhi. Sudah selayaknya hak mereka juga diberikan tanpa mengulur waktu.

“Sudah tiga bulan kami belum menerima uang transportasi dan uang sertifikasi

untuk triwulan keempat. Tentu hal ini sangat kita sayangkan terlebih sudah mau memasuki pergantian tahun,” ujar salah seorang guru yang meminta namanya tidak ditulis kepada wartawan, Senin (26/12/2016).

Selain itu, dirinya juga menyayangkan sikap Pemko yang selama ini terkesan melalaikan hak pengajar di Pekanbaru.

“Semua kewajiban sudah kami penuhi, dan mengajar kita diminta sesuai kebutuhan dan aturan, tapi kalau kita sedikit melakukan kesalahan, langsung dipotong uang tunjungan satu bulan penuh,” keluhnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru,

Zulkarnain, mengatakan, memang dana sertifikasi guru uangnya berasal dari pemerintah pusat, namun ia tidak mengetahui pasti apakah uang tersebut sudah dikirim ke Pemerintah Kota atau belum.

“Saya yakin kalau sudah diturunkan dana tunjangan tersebut dari pusat pastilah dibayarkan. Tidak mungkin Pemko Pekanbaru berani menahan dana yang sudah menjadi hak guru,” ucapnya.

Kata Politisi PPP ini lagi, memang langkah terbaik yang dilakukan Pemko Pekanbaru

saat ini melakukan jemput bola, dan jangan cuma hanya menunggu di daerah saja, bila memang dana itu belum dikirim pusat.

“Ada baiknya segera berkomunikasi ke pemerintah pusat, terlebih ini sudah akhir tahun. Kan aneh saja kalau tunjangan guru tahun ini belum dibayar hingga tahun 2017,” tuturnya.**

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/TLfc5mdS05P3c3

Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Transformasional Dan Transaksional

Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Transformasional Dan Transaksional

Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Transformasional Dan Transaksional

Studi ini menitikberatkan pada tinjauan terhadap pengaruh perilaku kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap kinerja karyawan lini depan pada perusahaan jasa. Dugaan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku kepemimpinan transformasi mempengaruhi secara positif kinerja karyawan lini depan dan sebaliknya perilaku kepemimpinan transformasi mempengaruhi secara negatif karyawan lini depan. Dugaan yang disusun pada penelitian ini diuji secara empiric terhadap 204 responden yang merupakan karyawan lini depan dan 204 responden yang merupakan pelanggan dari tiga jenis perusahaan jasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum jenis kepemimpinan transformasional berpengaruh positif pada kinerja karyawan lini depan pada perusahaan jasa dan jenis kepemimpinan transaksional berpengaruh negatif. Namun demikian beberapa perilaku pada jenis kepemimpinan transformasional mempengaruhi kinerja karyawan lini depan jasa secara negatif yang berarti menolak hipotesis penelitian. Demikian juga karena perilaku imbalan kontijen dari jenis
kepemimpinan transaksional mempengaruhi secara positif terhadap kinerja tertentu dari karyawan lini depan.
Keywords : Kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, perilaku kinerja, karyawan lini depan.
1. LATAR BELAKANG
Perkembangan industri jasa yang sangat pesat menyebabkan persaingan bisnis jasa menjadi sangat tajam, baik dipasar domestic (nasional) maupun di pasar internasional / global. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya, yaitu dengan menghasilkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan.
Menurut Zeithaml dan Bitner (1996), kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu kualitas layanan, faktor bunga, factor situasi dan faktor pribadi. Dari keempat faktor tersebut, faktor kualitas layanan merupakan salah satu factor penting, karena bagi konsumen jasa, harapan utama mereka adalah mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang baik.
Menurut Gronroos (1990) cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan memahami dan memperlakukan karyawan lini depan (frontliners) dengan tepat. Karyawan yang memiliki kontak dengan pelanggan

Baca Juga :